Rekam24.com, Bogor – Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, kembali mengalami kemacetan ekstrem saat libur panjang. Lonjakan arus kendaraan dari arah Jakarta dan sekitarnya membuat jalur utama nyaris lumpuh. Data kepolisian mencatat, volume kendaraan yang melintas menembus 15 ribu unit per jam, sejak siang hari.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut, kepadatan ini dipicu oleh membeludaknya wisatawan harian, wisatawan bermalam, hingga arus balik yang terjadi bersamaan.
“Ini kombinasi arus yang sangat tinggi. Kapasitas jalan terbatas, sementara pergerakan masyarakat melonjak tajam,” ujarnya.
Melihat situasi darurat tersebut, Polda Jabar dan Polres Bogor langsung menurunkan langkah cepat. Sistem one way diterapkan secara situasional, disesuaikan dengan kondisi kepadatan di titik-titik rawan.
Tak hanya itu, polisi juga mengambil langkah tak biasa dengan menggandeng pelaku usaha pariwisata. Hotel-hotel di kawasan Puncak diminta mengundurkan jam check-out tamu, bahkan memberikan diskon khusus, demi mencegah penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan.
“Kami ingin wisatawan tetap nyaman, sekaligus lalu lintas lebih terkendali,” tambah Rudi.
Baca Juga : Makna Tahun Baru di Berbagai Budaya Dunia
Langkah lain yang menarik perhatian adalah penertiban joki atau supeltas. Praktik perjokian yang selama ini dianggap membantu justru dinilai memicu crossing kendaraan dan menambah kemacetan.
Sebagai solusi, polisi merekrut 60 supeltas untuk dijadikan relawan resmi pengatur lalu lintas, lengkap dengan atribut khusus dan insentif. Mereka kini berada di bawah pengawasan kepolisian dan dilarang menerima uang dari pengguna jalan.
“Polri hadir untuk melayani. Jalan terbatas, tapi solusi harus ada,” tegas Kapolda.










