Tragedi di Balik Gelap Flyover Cileungsi: Ibu Muda Nyaris Melompat, Polisi Jadi Penyelamat

Rekam24.com, Bogor – Suasana sunyi di atas Flyover Cileungsi, Kabupaten Bogor, nyaris berubah menjadi tragedi berdarah pada Jumat (16/1/2026) malam. Seorang ibu muda berusia 26 tahun ditemukan berdiri di tepi jembatan, bersiap mengakhiri hidupnya di tengah deru kendaraan yang melintas di bawahnya.

Ketegangan bermula sekitar pukul 22.30 WIB. Seorang pengemudi ojek online (ojol) yang melintas merasa curiga melihat sesosok wanita berdiri sendirian di titik yang tidak lazim. Menyadari ada nyawa yang terancam, ia segera memacu motornya menuju Polsek Cileungsi untuk melapor.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menceritakan detik-detik mencekam saat anggotanya tiba di lokasi. “Kondisinya sudah histeris. Dia menangis hebat dan tampak sangat depresi. Jika dia melompat, risiko dihantam kendaraan besar di bawah sangat fatal,” ujar Edison.

Baca Juga : Hutang RSUD Yang Mencapai Rp 70 Miliar, Membuat Resah Masyarakat

Selama 30 menit yang menentukan, petugas patroli lantas melakukan pendekatan persuasif. Di tengah angin malam yang dingin, polisi membujuk korban dengan hati-hati agar mengurungkan niat nekatnya. “Alhamdulillah, sekitar jam 11 malam, hati kecilnya luluh dan dia bersedia turun,” lanjutnya.

Di balik aksi nekat itu, terungkap fakta yang memilukan. Ibu dua anak ini ternyata telah berjalan kaki sejauh hampir 20 kilometer sejak pukul 16.00 WIB dari wilayah Setu. Tanpa uang sepeser pun dan hanya beralaskan sandal, ia menyusuri jalanan sambil membawa luka batin yang mendalam.

“Dia merasa tidak punya tempat lagi untuk pulang. Sejak kecil sering dimarahi, dan setelah menikah pun ia mengaku diusir oleh suami dan keluarganya. Beban mental itulah yang membawanya ke flyover malam itu,” ungkap Edison dengan nada prihatin.

Baca Juga : Catat! Jadwal Lengkap Skuad Garuda di ASEAN Championship 2026: Duel Panas Lawan Vietnam di Jakarta

Setibanya di Polsek, polisi memperlakukan korban dengan humanis. Sambil menunggu kondisinya stabil, petugas menyediakan makanan dan buah-buahan untuk memulihkan tenaganya yang terkuras.

Meski awalnya menolak pulang karena trauma, mediasi yang dilakukan pihak kepolisian akhirnya membuahkan hasil. Pukul 01.00 WIB dini hari, ibu muda tersebut diantar langsung oleh polisi ke rumahnya. Di hadapan petugas, sang suami menandatangani surat pernyataan untuk menjamin keamanan dan keharmonisan keluarga ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *