Rekam24.com, Bogor – Menutup tahun 2025 dengan catatan manis bagi dunia sejarah, Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan RI meresmikan hasil revitalisasi Situs Prasasti Batutulis di Kota Bogor, Rabu 31 Desember 2025.
Transformasi situs peninggalan Kerajaan Pajajaran ini menandai langkah awal pembangunan kawasan wisata sejarah terpadu yang akan dilengkapi dengan Museum Pajajaran dan pusat seni modern.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyatakan bahwa revitalisasi yang dilakukan dalam waktu singkat yakni dua bulan ini, berfokus pada integrasi kawasan dan perlindungan fisik prasasti.
Baca Juga : Kabel Listrik Sambari Gas, Warung Bakso di Cisarua Meledak, 5 Orang Luka-Luka
Tembok-tembok yang sebelumnya membatasi akses kini telah dibuka untuk memberikan kesan menyatu dengan rencana pembangunan Museum Pajajaran di masa depan.
“Fokus awal kita adalah pengamanan fisik. Kami memasang pelindung kaca agar prasasti tetap terlihat jelas (visible), namun terhindar dari kerusakan akibat kontak langsung atau pelapukan,” ujar Fadli Zon. Ia menambahkan, anggaran tahap awal ini sebesar Rp400 juta digunakan secara efisien untuk memastikan kelestarian situs tersebut.
Dukungan penuh datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekda Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa atas arahan Gubernur Deddy Mulyadi, pihaknya telah menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp16 miliar untuk pengembangan tahap selanjutnya.
Baca Juga : Sambut Tahun Baru 2026, Polresta Bogor Kota Siagakan 642 Personel dan Terapkan Penyekatan Tiga Ring
“Ini bukan urusan biasa, melainkan urusan luar biasa demi masa depan anak cucu kita dengan mengambil spirit dari leluhur. Kami akan membantu penuh dalam tata pamer, narasi, hingga storyline Museum Pajajaran melalui kolaborasi bersama Pemda Kota Bogor,” tegas Herman.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya sinergi ini bagi kesejahteraan warga lokal. Ke depan, kawasan Batutulis diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat bersejarah, tetapi juga pusat ekonomi kreatif.
“Penting bagi kita untuk menjadikan kawasan ini sebagai Intellectual Property (IP) yang kuat. Mulai dari suvenir, merchandise, hingga kafe kuliner bagi wisatawan harus dikembangkan agar manfaatnya langsung terasa bagi masyarakat sekitar,” ungkap Dedie.
Selain museum, kawasan ini direncanakan akan memiliki amphitheater yang berfungsi sebagai pusat seminar, workshop, dan pertunjukan seni bagi generasi muda untuk mempelajari sejarah Pajajaran secara interaktif.










