Warga Babakan Pasar Protes, Keberatan Wilayah Disebut “Kampung Yatim” oleh Pejabat Pemkot Bogor

Rekam24.com – Ketua RT 003 Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Dedi Suryadi, menyampaikan keberatan atas penyebutan wilayahnya sebagai “Kampung Yatim” oleh salah satu pejabat Pemerintah Kota Bogor dalam sebuah kegiatan Tabligh Akbar yang digelar beberapa waktu lalu.

Pernyataan yang dianggap tidak tepat tersebut memicu protes dari sejumlah warga. Bahkan warga memasang sebuah spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Lebak Pasar Bukan Kampung Yatim”.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dari warga yang merasa tersinggung dengan pernyataan pejabat tersebut.

Baca JugaRena Da Frina Pulang Kampung: Kampanye Penuh Haru di Lebak Pasar, Dengarkan Aspirasi dan Kenangan Warga

“Waktu itu ada acara Tabligh Akbar di sebuah yayasan, dan salah satu aparat Pemkot menyambut dengan mengatakan ‘Selamat datang di Kampung Yatim’. Pernyataan itu sebenarnya mungkin spontan, tapi kurang bijak, karena warga merasa wilayah kami bukanlah Kampung Yatim seperti yang dimaksud,” ungkap Dedi Suryadi.

Dedi menjelaskan, selama ini, warga di wilayah Babakan Pasar cukup diam dalam menghadapi situasi seperti ini. “Mungkin dulu pengurusnya juga tidak banyak memberikan tanggapan atau teguran. Tapi dengan pengurus baru ini, kami ingin memperbaiki dan menyuarakan protes warga,” lanjutnya.

Protes ini muncul seiring dengan meningkatnya keluhan dari masyarakat terkait berbagai isu di wilayah tersebut. Selain merasa tidak nyaman dengan penyebutan yang tidak tepat, warga juga menyuarakan masalah lain, seperti kepadatan penduduk dan infrastruktur yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah.

Baca JugaNiat Jadikan Bogor Kota Tersehat di Jawa Barat, Warga Harapkan Dokter Rayendra Jadi Wali Kota

Dedi juga menambahkan, saat ini terdapat 99 rumah di wilayah RT 003, dan mayoritas dihuni oleh penduduk asli. Ia berharap, pemerintah kota, terutama Wali Kota terpilih nantinya, bisa lebih memperhatikan kondisi wilayah Babakan Pasar.

“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terkait masalah yang ada di sini. Misalnya, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan warga. Sampai sekarang, belum ada langkah konkret yang menyeluruh, mungkin baru sekitar 5% perbaikan yang terasa,” ujar Dedi.

Terkait permasalahan macet di kawasan Babakan Pasar, Dedi menyebut bahwa warga sudah beberapa kali mengajukan keluhan. Namun, solusi yang diberikan dinilai belum memadai.

“Sejak lama, warga sudah mengeluhkan kemacetan, terutama di depan jalan utama. Tapi sampai sekarang, belum ada penanganan yang efektif dari pihak terkait,” tambahnya.

Dengan adanya pengurus baru di lingkungan RT 003, warga berharap komunikasi dengan pemerintah kota bisa lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan warga, termasuk klarifikasi mengenai penyebutan wilayah sebagai “Kampung Yatim” yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *