Urusan Kebersihan, Dedie A. Rachim Akui Lebih Percaya Relawan Ketimbang Dinas: “Dinas Mah Lama!”

Dedie A Rachim mengaku lebih memercayai kinerja seorang relawan bernama Dede daripada mengandalkan jalur birokrasi dinas terkait

Rekam24.com, Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melontarkan pernyataan mengejutkan dalam acara Kaleidoskop Akhir Tahun 2025 bersama para media, Pimpinan OPD, Asisten dan para lurah yang berlangsung di Takeshi Mutiara Bogor Raya (TPS3R), Senin 29 Desember 2025.

Di hadapan audiens, ia secara blak-blakan mengaku lebih memercayai kinerja seorang relawan bernama Dede untuk menangani masalah kebersihan di lapangan daripada mengandalkan jalur birokrasi dinas terkait.

Dedie mengungkapkan bahwa prosedur di kedinasan seringkali memakan waktu lama (lila), sehingga penanganan keluhan warga menjadi tidak praktis. Hal ini membuatnya kerap mengambil langkah pintas dengan menghubungi relawan secara langsung.

Baca Juga : Wali Kota Pastikan Sukabumi Tanpa Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026

“Kalau saya dapat komplain dari masyarakat, saya ke dinas mah kadang-kadang percaya kadang-kadang enggak. Lila (lama). Kalau ke dinas kan harus proses dulu,” ujar Dedie dengan gaya bicaranya yang lugas.

Menurutnya, kecepatan dalam merespons laporan masyarakat adalah kunci utama dalam pelayanan publik, sesuatu yang ia temukan pada sosok Dede.

Dedie juga menceritakan bagaimana ia kerap memberikan tugas langsung kepada Dede untuk membersihkan wilayah yang kotor atau ditumbuhi rumput liar.

Baca Juga : Bogor Raya Menuju Era Upah Rp5 Juta: Kabupaten Bogor Salip Pertumbuhan Tetangga

“Akhirnya saya panggil dia, ‘Eee Dede gimana?’. Saya salut, akhirnya saya suka kasih tugas ke beliau. ‘Dek, ini tah nanti jukutna (rumputnya) garung (lebat)’. Itu dicabut nyadanya, dicabutan. Bukan hanya di daerah Cikaret, tapi hampir se-Bogor,” kenang Wali Kota.

Kecepatan kerja relawan ini terbukti saat menangani laporan di beberapa titik krusial. Begitu diperintah, masalah langsung tuntas tanpa harus menunggu disposisi yang berbelit-belit.

“Jalan Kumbang, Jalan Rodaya 1 dan 2. Langsung itu juga (dikerjakan),” tegasnya.

Baca Juga : Wali Kota Pastikan Sukabumi Tanpa Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026

Sembari memuji sang relawan, Dedie juga memberikan peringatan keras kepada warga yang masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan dari atas motor, seperti sampah pampers hingga limbah domestik lainnya. Ia menyebut perilaku tersebut sangat bertolak belakang dengan keimanan.

“Mudah-mudahan Allah berikan hidayah ya. Kalau mau log out dari agama Islam, log out saja. Karena pasti teu ngarti (tidak mengerti) itu kalau membuang sampah sembarangan tidak bertolak belakang dengan keimanan kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *