Optimalkan Potensi Ciwaringin: Dari Prestasi UMKM hingga Rencana Sulap Lahan Tidur Menjadi Produktif

Kelurahan Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor tengah memacu berbagai sektor untuk meningkatkan kesejahteraan warga

Rekam24.com, Bogor – Kelurahan Ciwaringin (yang juga disebut sebagai wilayah Ciwaruga dalam paparan wilayah) tengah memacu berbagai sektor untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Di bawah kepemimpinan Lurah yang baru menjabat selama dua setengah bulan, Adi Suryana mengatakan wilayah dengan luas 79,8 hektar ini fokus pada penguatan ekonomi lokal melalui UMKM serta pemetaan lahan tidur di bantaran sungai.

Salah satu capaian membanggakan adalah keberhasilan UMKM Ciwaringin menyabet juara pertama dalam lomba UMKM PKK tingkat Kota Bogor. Produk unggulan yang menjadi primadona adalah “Cilmil”, varian keripik bawang dan keripik pangsit hasil produksi kader Posyandu di RW 12.

Baca Juga : Tragedi Bekasi Timur: Argo Bromo Tabrak KRL, Jalur Lumpuh Total

“Produk UMKM kita seperti keripik-keripik ini sudah mulai dipasarkan door-to-door hingga melalui sistem online. Kedepannya, kita akan berkolaborasi dengan mitra seperti Koperasi Merah Putih untuk pengembangan skala yang lebih besar,” ujar Ade

Tak hanya sektor olahan pangan, kelurahan juga berencana membentuk Kelompok Tani Dewasa (KTD) untuk memanfaatkan lahan tidak produktif di bantaran Sungai Cipakancilan. Pihak kelurahan tengah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat untuk mendapatkan izin pemanfaatan lahan tidur tersebut.

“Rencananya akan digunakan untuk peternakan lele, ayam, serta pertanian. Karena di bantaran sungai banyak mata air, ini potensi besar jika dikelola secara kelompok, bukan individu,” tambahnya.

Baca Juga : Macan Kemayoran Mengamuk di GBK: Persija Gilas Persis Solo 4-0, Asa Juara Masih Membara!

Terkait kondisi geografis yang berada di bantaran sungai, Ciwaringin kini telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Katana). Langkah ini diambil menyusul adanya dampak longsor yang signifikan di wilayah RW 11 dan RW 07 akibat cuaca ekstrem belakangan ini.

Pihak kelurahan memastikan koordinasi dengan BPBD, Disperumkim, dan PUPR berjalan cepat untuk penanganan warga terdampak. Namun, lurah mengakui adanya kendala teknis terkait pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di bawah kewenangan BBWS Ciliwung Cisadane.

Di sisi penataan kota, pihak kelurahan telah melakukan pendataan terhadap 94 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Salmon hingga Jalan Merdeka. Surat imbauan telah dilayangkan untuk mengantisipasi pelanggaran pemanfaatan fasilitas umum seperti trotoar.

Baca Juga : Diskanak Bogor Uji Kualitas Air Plaza Cibinong, Telusuri Indikasi Kematian Ikan

Selain itu, monitoring rutin dilakukan bersama aparat Polresta dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan keamanan wilayah, termasuk melakukan survei ke penginapan dan hotel guna mencegah praktik prostitusi daring.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan dinas terkait, tokoh masyarakat, dan relawan adalah kunci untuk menyelaraskan pembangunan di Ciwaringin agar lebih baik ke depannya,” tutupnya. (Maya Melina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *