Pemkot Bogor Sulap Gerbang Kota Cimahpar Jadi Taman Indah dan Aman

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menggeber penataan kawasan pintu masuk kota di wilayah Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menggeber penataan kawasan pintu masuk kota di wilayah Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Langkah ini diambil setelah penertiban pedagang kaki lima (PKL) liar di bawah jembatan tol perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor tuntas dilaksanakan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa roda pembangunan kini tidak lagi berpusat di tengah kota, melainkan sudah mulai menyentuh wilayah-wilayah perbatasan.

“Pembangunan saat ini tidak selalu fokus di tengah Kota Bogor saja, tetapi juga sudah menyentuh wilayah perbatasan. Salah satunya adalah kawasan Cimahpar di Bogor Utara,” ujar Dedie Rachim, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga : Rupiah Jeblok ke Rp17.900, Kebijakan BI Naikkan Suku Bunga Diuji

Setelah pembersihan lapak PKL selesai, Pemkot Bogor akan langsung tancap gas melanjutkan penataan melalui perbaikan sistem drainase dan pembangunan taman batas kota.

Di samping itu, Dedie menyebut rencana pembangunan Ring Road 2 juga terus bergulir. Saat ini, proses pembebasan lahan masih berjalan demi mendongkrak konektivitas dan mendukung percepatan pengembangan wilayah.

Sementara itu, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Wali Kota pascatinjauan lapangan pada 10 Juni 2026 lalu.

“Sebagai langkah awal, sejumlah PKL yang berjualan di bawah jembatan tol telah ditertibkan. Selanjutnya, Pemkot Bogor melalui wilayah, Dinas PUPR, serta Dinas Perumkim akan melakukan penataan kawasan secara lebih komprehensif,” jelas Riki.

Baca Juga :Terekam CCTV: Detik-detik Motor Scoopy Digondol Maling di Cibinong 

Guna memaksimalkan penataan, pihak kecamatan juga bakal menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Dengan begitu, gerbang Kota Bogor, khususnya di wilayah Cimahpar yang berbatasan dengan Sukaraja, akan semakin tertata. Masyarakat yang melintas dari arah Sukaraja maupun Sentul akan disambut dengan lingkungan yang lebih indah dan nyaman,” tambahnya.

Selain mendongkrak estetika kota, penataan ini juga krusial untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Riki mengungkapkan, sebelum ditertibkan, lokasi tersebut sempat disalahgunakan untuk aktivitas peredaran obat-obatan terlarang yang kini pelakunya telah diringkus aparat.

“Dengan penataan ini, kami berharap dapat mencegah munculnya gangguan ketertiban di masa mendatang, sehingga kawasan perbatasan menjadi lebih aman, tertib, dan asri,” pungkas Riki sembari mengajak warga sekitar untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *