Lantik 17 Pejabat Baru, Dedie Rachim Tegaskan: Jaga Integritas dan Jangan Pamer Kemewahan

Wali Kota Bogor Dedie Rachim melantik 17 pejabat baru dan mengingatkan pentingnya integritas, kesederhanaan, serta larangan pamer kemewahan.

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor kembali melakukan rotasi dan pelantikan pejabat untuk mengisi sejumlah posisi di lingkungan pemerintahan. Dalam pelantikan tersebut, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menekankan pentingnya integritas dan gaya hidup sederhana bagi para pejabat yang menerima amanah.

Pelantikan berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (20/8/2026). Sebanyak 17 pejabat resmi dilantik, terdiri dari empat pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan 13 pejabat administratif.

Empat pejabat yang dilantik untuk posisi JPT Pratama yakni Anne Dewiana Rulianti sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Bogor, Tyas Ajeng Fitriani Prihandari sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bogor, Ana Ismawati sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, serta Henny Nurliani sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu, 13 pejabat lainnya dilantik untuk mengisi jabatan administratif di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Baca Juga : EIGER Adventure Land Berganti Nama Jadi EIGER Nature, Dibuka untuk Publik September 2026

Pelantikan tersebut tidak hanya dilakukan untuk mengisi posisi yang saat ini kosong. Pemkot Bogor juga menyiapkannya untuk mengantisipasi kekosongan jabatan akibat sejumlah pejabat yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.

Dedie Rachim mengatakan proses pemilihan pejabat dilakukan melalui tahapan seleksi dan evaluasi dengan menggunakan sistem Manajemen Talenta (MANTEL).

Ia mengaku tidak banyak melakukan intervensi dalam proses penentuan pejabat yang dilantik.

“Buat saya nomor satu, saya enggak banyak intervensi, saya cuma melihat dari hasil rekomtek. Prosesnya cukup panjang dan yang memang memiliki nilai yang cukup untuk memenuhi jabatan, tentu tidak ada keraguan untuk langsung saya pilih,” ujar Dedie.

Baca Juga : LAPIS BOBAR Resmi Diluncurkan, Warga Bogor Barat Bisa Akses Informasi Layanan via WhatsApp

Hal menarik lainnya dalam pelantikan tersebut adalah sejumlah posisi strategis diisi oleh perempuan.

Dedie menegaskan, komposisi tersebut bukan hasil rekayasa, melainkan berdasarkan hasil penilaian objektif terhadap kompetensi dan kualifikasi para calon pejabat melalui sistem Manajemen Talenta.

“Di zaman sekarang tidak ada dikotomi antara perempuan dan laki-laki. Kalau perempuan bisa berprestasi, tentu kita berikan kesempatan. Beliau-beliau ini sudah berkiprah di Kota Bogor dan insya Allah reputasinya baik semua,” tambahnya.

Menurut Dedie, kesempatan untuk menduduki jabatan di lingkungan Pemkot Bogor harus diberikan berdasarkan kemampuan dan rekam jejak, tanpa membedakan gender.

Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Dedie memberikan pesan khusus mengenai integritas dan gaya hidup.

Ia meminta para pejabat menunjukkan sikap sederhana serta tidak mempertontonkan kemewahan kepada masyarakat.

“Menjadi pejabat di Kota Bogor itu harus menunjukkan kebersahajaan. Jangan pamer-pamer kemewahan, sudah tidak cocok. Kita bekerja untuk rakyat dan masyarakat, jadi tunjukkan bahwa kita orang-orang yang diberikan amanah untuk bekerja sebaik-baiknya,” tegas Dedie.

Pesan tersebut, kata Dedie, menjadi bagian penting dari tanggung jawab pejabat dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Dengan dilantiknya 17 pejabat tersebut, Pemerintah Kota Bogor berharap roda pemerintahan dapat berjalan lebih optimal sekaligus memastikan sejumlah posisi strategis tetap terisi menjelang adanya pejabat yang memasuki masa pensiun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *