Rekam24.com, Bogor – Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor meluncurkan inovasi pelayanan publik terbaru berbasis WhatsApp bernama LAPIS BOBAR (Layanan Aplikasi Terintegrasi Bogor Barat). Inovasi ini dihadirkan untuk mempermudah akses informasi administrative bagi lebih dari 253 ribu warga yang tersebar di 16 kelurahan di wilayah Kecamatan Bogor Barat.
Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susasnto, menyampaikan bahwa hadirnya LAPIS BOBAR merupakan bentuk respons dan solusi inovatif pemerintah kecamatan terhadap tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang praktis, cepat, dan responsif.
“Dengan LAPIS BOBAR, masyarakat tidak perlu jauh-jauh atau repot datang ke kantor kelurahan maupun kecamatan hanya untuk mencari informasi dasar. Cukup melalui layanan WA Center, berbagai kebutuhan informasi pelayanan umum seperti pembuatan KTP, pengurusan KK, surat keterangan ahli waris, hingga informasi pertanahan bisa langsung dijawab,” ujar Dudi. Rabu (19/8/2026).
Baca Juga :Â Dishub Bogor Tegaskan Parkir di Kawasan Pemda Gratis, Jukir Pungut Tarif Diminta Dilaporkan
Layanan ini juga mengintegrasikan informasi data sosial (Desil/DTKS) dari Dinas Sosial hingga pengecekan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang terhubung ke Bapenda. Kendati demikian, Dudi mengakui pada masa awal peluncuran (launching) masih terdapat penyesuaian teknis pada konektivitas server instansi terkait.
“Memang kendala seperti loading atau hambatan jaringan dari perangkat server OPD lain masih terjadi karena ini baru diluncurkan. Kami mohon masukan dari masyarakat untuk pematangan sistem ke depan, dan kami siap berkoordinasi ketat dengan instansi terkait,” tambahnya.
Masyarakat cukup memindai (scan) kode QR yang nantinya akan disebarkan melalui kantor-kantor kelurahan hingga pengurus RT/RW, lalu menyimpan nomor WhatsApp resmi tersebut di ponsel masing-masing.
Baca Juga :Â Puluhan Lapak PKL di Bubulak Bogor di Bongkar
Selain peluncuran layanan digital, Camat Bogor Barat juga membeberkan sejumlah program prioritas serta fokus penataan wilayah hingga akhir tahun. Di bidang penataan ruang publik dan penertiban PKL, Kecamatan Bogor Barat tengah gencar mengembalikan fungsi ruang publik dan pedestrian melalui penertiban di sejumlah titik krusial, seperti kawasan Bubulak, Jalan Dr. Semeru, dan Jalan Abdullah bin Nuh. Teranyar, sekitar 100 lapak PKL buah di kawasan Bubulak berhasil ditertibkan secara kondusif dan persuasif, dengan sekitar 60 persen pedagang membongkar sendiri lapaknya, yang kemudian akan dilanjutkan dengan perbaikan pedestrian.
Sementara itu, dalam upaya menurunkan angka stunting, Kecamatan Bogor Barat terus menjalankan inovasi Go-Rosting (Gerakan Olah Makanan Protein Tinggi Penanganan Stunting) yang turut mendorong penurunan kasus secara bertahap. Saat ini tercatat sebanyak 444 kasus stunting, sementara pihak kecamatan masih menunggu pemutakhiran data periode Agustus. Di bidang pembangunan infrastruktur dan fasilitas olahraga, revitalisasi Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) di Curug Mekar, di samping SMAN 10 Bogor, terus berjalan. Selain itu, rencana pembangunan GOM berskala lebih luas di belakang GKI Yasmin juga terus dimatangkan guna menunjang aktivitas masyarakat.
Untuk mengurai kemacetan parah di jalur utama Dramaga–Pusat Kota, Pemerintah Kota Bogor juga tengah menyusun dokumen Detail Engineering Design (DED) pengembangan Jalan Sapor sebagai jalur alternatif menuju IPB Dramaga melalui jalur belakang. Bersamaan dengan itu, revitalisasi Terminal Bubulak serta perbaikan jalur pedestrian di sekitarnya mulai direalisasikan tahun ini. Sementara dalam penguatan ekonomi warga, Kecamatan Bogor Barat terus mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Cilendek Timur dan Pasir Kuda dengan memperkuat sinergi antara Koperasi Merah Putih dan SPPG, sehingga produk-produk UMKM lokal dapat masuk dan terserap dalam jaringan distribusi usaha yang lebih luas. (Maya Melina)








