Sejarah Baru! Yoga Ardika Putra Sumbang Medali Pertama Teqball Indonesia di Asian Games

Tim Teqball Indonesia, , Yoga Ardika Putra, Foto/Isitmewa
Tim Teqball Indonesia, , Yoga Ardika Putra, Foto/Isitmewa

Rekam24.com, Jakarta – Atlet teqball Indonesia, Yoga Ardika Putra, mengukir sejarah dengan mempersembahkan medali perunggu pada nomor tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Medali tersebut menjadi medali pertama Indonesia dari cabang olahraga teqball dalam sejarah keikutsertaan di Asian Games. Teqball sendiri baru menjalani debut sebagai cabang olahraga pada Asian Games 2026.

Yoga memastikan medali perunggu setelah mencapai babak perebutan tempat ketiga di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Minggu (20/9/2026).

Perjalanan Yoga menuju podium tidak mudah. Pada fase awal kompetisi, atlet Indonesia tersebut tampil konsisten dan berhasil mengamankan sejumlah kemenangan.

Baca Juga : Tiket Konser BIGBANG Jakarta Ludes dalam 90 Menit, 21.400 Akun Antre di General Sale

Sebelumnya, Yoga mengawali debutnya di Asian Games dengan mengalahkan wakil Vietnam, Truong Giang Ba, melalui pertandingan tiga set dengan skor 7-12, 12-11, 12-8. Ia kemudian menundukkan wakil Laos, Alisa, dengan skor 12-5, 12-6.

Yoga kemudian melanjutkan perjuangannya hingga menembus fase perebutan medali.

Di babak perempat final, Yoga sempat mengalami kekalahan dari atlet Myanmar, Saw Friday. Namun, ia kembali mendapatkan kesempatan melalui babak repechage dan berhasil mengalahkan wakil Jepang, Akinori Wase, sehingga berhak tampil dalam perebutan medali perunggu.

Pada pertandingan perebutan medali perunggu, Yoga seharusnya menghadapi atlet Kuwait, Zaid Eidan.

Baca Juga : Kasus 18 Mobil CSR di Polda Jabar, Anggota DPRD Kota Bogor Bantah Penipuan: Sebut Sengketa Bisnis

Namun, pertandingan tersebut tidak berlangsung seperti yang direncanakan karena Zaid Eidan dilaporkan mengundurkan diri. Kondisi tersebut membuat Yoga dinyatakan meraih medali perunggu nomor tunggal putra teqball.

Meski kemenangan tersebut diperoleh melalui pengunduran diri lawan, pencapaian Yoga tetap menjadi catatan bersejarah bagi teqball Indonesia karena untuk pertama kalinya cabang olahraga tersebut menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih di Asian Games.

Pencapaian tersebut menjadi hasil dari perjalanan panjang Yoga bersama teqball Indonesia.

Baca Juga : Presiden Prabowo Teriakkan “Free Palestine”, Langsung Dipeluk Duta Besar Palestina di Acara 100 Tahun Gontor

Sebelum berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Yoga telah menjadi salah satu atlet yang diandalkan Indonesia pada cabang olahraga yang menggabungkan keterampilan sepak bola dengan permainan di atas meja khusus tersebut.

Pada debutnya di Asian Games, Yoga mampu melewati persaingan ketat sejak fase grup hingga akhirnya menembus perebutan medali.

Keberhasilan tersebut sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perkembangan teqball di Indonesia. Prestasi Yoga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan atlet serta memperkenalkan olahraga tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain Yoga di nomor tunggal putra, Indonesia juga menurunkan wakil pada nomor ganda putra melalui pasangan Husni Uba dan La Ode Mardan M.

Pasangan tersebut sebelumnya juga berhasil menembus jalur perebutan medali perunggu setelah melalui fase penyisihan dan babak berikutnya.

Dengan pencapaian Yoga, teqball kini mencatat sejarah baru dalam perjalanan olahraga Indonesia di Asian Games.

Medali perunggu Yoga menjadi medali pertama Indonesia dari cabang teqball sekaligus menandai debut bersejarah olahraga tersebut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *