Akan Ada Penutupan Jalan Saat Helaran Bogor, Ini Skema Lalu Lintasnya!

Rekam24.com, Bogor— Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota menerapkan rekayasa lalu lintas guna mendukung kelancaran dan keamanan acara Helaran Budaya dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman ini diperkirakan akan menarik ribuan warga dan wisatawan ke pusat kota.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dan fleksibel tergantung kondisi arus kendaraan di lapangan. “Mulai pukul 14.00 WIB, petugas sudah bersiaga di simpul-simpul strategis seperti TL Sawojajar dan Air Mancur untuk melakukan pengaturan awal sebelum pawai dimulai,” jelasnya.
Pawai budaya yang akan dimulai dari Balai Kota menjadi titik awal penyesuaian arus lalu lintas. Berikut titik-titik rekayasa yang disiapkan:
Denpom: Saat ekor rombongan pawai memasuki Jalan Jenderal Sudirman, arus lalu lintas dari arah Balai Kota akan dialihkan ke Jalan Jalak Harupat.
Air Mancur: Ketika pawai dimulai, kendaraan dari Jalan Ahmad Yani diarahkan ke Jalan RE Martadinata dan Jalan Pemuda.
Jalan Pengadilan: Arus dari arah dalam kota diarahkan menuju Jalan H. Salak.
TL Sawojajar: Kendaraan dialihkan menuju Cibalok dan Abesin.
Selain itu, potensi kepadatan lalu lintas juga diantisipasi di sejumlah titik jalur pengalihan seperti TL Cimanggu, Jembatan Merah, perempatan Harupat & Amaris, serta Warung Jambu. Sementara arus lalu lintas dari arah Gerbang Tol Bogor akan direkayasa di kawasan Baranangsiang dengan pengaturan fleksibel sesuai kondisi di Sistem Satu Arah (SSA) kota.
“Sebanyak 100 personel gabungan dari Satlantas dan Sabhara akan dikerahkan. Seluruh personel dibekali perlengkapan malam seperti rompi, senter lalu lintas, dan jas hujan, untuk mengantisipasi cuaca dan memastikan kelancaran hingga malam hari,” tambah Kompol Yudiono.
Dengan semangat, ikhlas, dan penuh tanggung jawab, jajaran Polresta Bogor Kota berkomitmen menjaga kelancaran arus lalu lintas selama perhelatan budaya tahunan ini berlangsung.
Masyarakat diimbau untuk menghindari ruas-ruas yang terdampak rekayasa dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *