Catat! Ini Daftar Proyek dan Program Prioritas Kota Bogor Tahun 2027

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti, Foto/Isitmewa
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti, Foto/Isitmewa

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mematangkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun anggaran 2027. Berbagai proyek strategis dan program prioritas dirancang untuk menopang percepatan capaian target empat misi utama pembangunan daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti, mengungkapkan bahwa sosialisasi dan pemetaan program tahun 2027 terus dilakukan agar tetap selaras dengan visi-misi Walikota dan Wakil Wali Kota Bogor secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, prioritas program kegiatan di tahun 2027 difokuskan penuh untuk mendukung pencapaian visi dan misi Kota Bogor,” ujar Anne di Bogor.

Baca Juga : DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen

Anne memaparkan, arah kebijakan pembangunan tahun 2027 terbagi ke dalam empat pilar utama—yaitu Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera, dan Bogor Lancar—serta pemenuhan kewajiban alokasi anggaran (mandatory spending) sesuai arahan pemerintah pusat.

Pada pilar pertama, Pemkot Bogor memprioritaskan pemindahan dan pemusatan pusat pelayanan publik di Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor , serta pemerataan sarana pendidikan.

Salah satu agenda utamanya adalah pembangunan gedung baru Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang akan ditempatkan di kawasan Pusat Pemerintahan Terpadu Katulampa, Bogor Timur.

Baca Juga : Soroti Kecuraman Lawanggitung – Batutulis, Dadang Danubrata: Kita Lihat Saat Uji Coba

Sementara di bidang pendidikan dan bantuan sosial, Pemkot Bogor menyiapkan sejumlah alokasi, penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), pembangunan 14 unit RKB untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 3 unit RKB untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pembangunan unit sekolah baru, mendirikan SMP Negeri 24 di kawasan Rancamaya, beasiswa dan bantuan biaya pendidikan, pemberian beasiswa bagi siswa SMP swasta, mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu di tingkat MA/SMA/SMK sederajat, dan layanan Hukum Gratis: Penyediaan jasa bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

Pilar Bogor Sehat diarahkan pada peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar, penanganan stunting, hingga perbaikan rumah tidak layak huni.

“Untuk memperluas akses kesehatan masyarakat, kami merencanakan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Cibuluh dan Situ Gede, serta pemeliharaan gedung Puskesmas Belong, Bogor Tengah, dan Puskesmas Gang Semplak,” kata Anne.

Baca Juga : Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) Kawal Revisi UU Pemilu Lewat Diskusi “Mencermati UU Pemilu”

Beberapa program kesehatan dan lingkungan hidup lainnya meliputi, Pengadaan armada mobil ambulans baru untuk Puskesmas Mekarwangi, Cipaku, dan UPTD PSC 119, Operasional pelayanan Puskesmas IGD 24 Jam, pengintegrasian iuran jaminan kesehatan BPJS PBI, serta pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin, Pencegahan stunting bagi balita dan ibu hamil melalui penguatan Posyandu dan edukasi Makanan Bergizi Seimbang, Pembangunan sarana pengangkutan sampah serta penguatan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), Perbaikan Hunian: Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 735 unit dan program bedah rumah sebanyak 27 unit, Fasilitas Olahraga: Pembangunan sarana olahraga Kecamatan Bogor Barat Tahap 2, rehabilitasi Stadion Pajajaran Tahap 3, serta pembuatan lapangan olahraga di Pusat Pemerintahan Terpadu Katulampa.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pilar Bogor Sejahtera mengedepankan program pemulihan ekonomi berbasis usaha mikro dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Program kunci yang diusung meliputi, Pelatihan peningkatan kompetensi SDM pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta fasilitasi digitalisasi UMKM, Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi pencari kerja berbasis unit kompetensi hingga uji sertifikasi kerja, Penyediaan portal promosi digital terpadu untuk pemasaran produk UMKM dan industri kreatif, Pembinaan dan perlindungan kelembagaan koperasi, dan Promosi pariwisata daerah melalui penyelenggaraan rutin Calendar of Event dan ajang kebudayaan Pasanggrahan Geulis Jajaka.

Baca Juga : Masih di Bawah Depok, Ini Alasan Pemkot Bogor Usulkan Kenaikan Bantuan Parpol Jadi Rp10 Ribu

Selanjutnya, pada pilar Bogor Lancar, fokus utama ditujukan pada pembangunan infrastruktur jalan, konektivitas antarwilayah, dan pembenahan transportasi umum guna mengurai titik-titik kemacetan.

Sejumlah proyek fisik yang direncanakan antara lain:

Aksesibilitas Wilayah: Pembangunan jalan akses Pusat Pemerintahan Terpadu Katulampa dan jalan akses menuju fasilitas umum Kayu Manis.

Infrastruktur Jalan & Jembatan: Lanjutan pembangunan Jalan R3 segmen Wangun–Katulampa, pembangunan jalan tembus Permata, penataan trotoar Jalan Cifor, serta Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) MA Salmun, Pembebasan Lahan: Pengadaan tanah untuk kelanjutan trace Jalan R3, Jalan Permata, dan Jalan R2, Transportasi Publik: Revitalisasi Terminal Bubulak Tahap 3 serta peningkatan layanan angkutan umum perkotaan berbasis skema Buy The Service (BTS).

Di luar program prioritas empat pilar tersebut, Pemkot Bogor juga memastikan pemenuhan belanja wajib (mandatory spending) yang diamanatkan oleh pemerintah pusat.

Anne menjelaskan bahwa komposisi alokasi anggaran wajib pada APBD Kota Bogor 2027 telah disesuaikan dengan aturan perundang-undangan, Belanja Pendidikan: Wajib dianggarkan minimal 20% dari total APBD, Infrastruktur Pelayanan Publik: Wajib dialokasikan minimal 40% dari total APBD, Belanja Pegawai: Dibatasi maksimal 30% dari total anggaran APBD, Belanja Kesehatan: Pengalokasiannya disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan prioritas daerah tanpa pembatasan persentase kaku seperti periode sebelumnya.

“Melalui perencanaan yang matang ini, kami berharap seluruh program prioritas Kota Bogor di tahun 2027 dapat terlaksana dengan baik dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutur Anne.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *