Pemkot Bogor Usulkan Hujan Buatan untuk Padamkan Kebakaran TPAS Galuga, Api Masih Terjebak di Bawah Sampah

Asap masih terlihat di area TPAS Galuga dan Tim Rescue masih berusaha memadamkannya, Foto/Diskominfo Kota Bogor
Asap masih terlihat di area TPAS Galuga dan Tim Rescue masih berusaha memadamkannya, Foto/Diskominfo Kota Bogor

Rekam24.com, Bogor – Penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, memasuki malam kelima. Luas area dan kondisi medan yang sulit membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan sejumlah langkah tambahan, termasuk mengusulkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mendatangkan hujan buatan.

Opsi tersebut disiapkan karena upaya pemadaman melalui jalur darat dan udara atau water bombing belum sepenuhnya mampu menghentikan seluruh titik api di kawasan pengelolaan sampah yang dimanfaatkan Kota dan Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, salah satu persoalan utama dalam penanganan kebakaran TPAS Galuga adalah karakteristik sampah yang telah menumpuk dan mengendap selama bertahun-tahun.

Baca Juga : 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Jurnalis Bogor Nyalakan Lilin dan Gelar Doa Bersama

Menurutnya, kondisi tersebut membuat api tidak selalu terlihat dari permukaan. Bara dapat tetap menyala di bagian dalam tumpukan sampah dan kembali muncul ketika material dibongkar menggunakan alat berat.

“Gaya pemadamannya mirip di tanah gambut. Tampaknya dari luar tidak ada titik api, tetapi begitu kita gali pakai alat berat, baru kelihatan apinya masih menyala di dalam. Sampah tua di sini sifatnya sudah seperti briket keras yang punya kalori tinggi, jadi mudah sekali terbakar,” ujar Dedie saat meninjau lokasi penanganan bencana bersama jajaran Pemkab Bogor, Sekda, dan DPRD setempat.

Untuk mengantisipasi penyebaran api, tim gabungan melakukan kanalisasi dengan membuat parit pemisah. Namun, kondisi medan yang terjal serta keterbatasan sumber air menjadi kendala tersendiri bagi petugas.

Baca Juga : Apple Rilis Trio Perangkat Anyar: Apple Watch Series 12, Ultra 4, dan AirPods 5 Resmi Meluncur

Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Lanud Atang Sendjaja untuk melanjutkan pengerahan helikopter water bombing dalam upaya menekan titik api dari udara.

Di darat, petugas juga melakukan penyemprotan air secara intensif serta mengerahkan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah yang terbakar.

Beberapa metode yang diterapkan dalam penanganan kebakaran TPAS Galuga antara lain:

Penggalian bertahap: alat berat membongkar tumpukan sampah agar titik api di bagian dalam dapat dijangkau dan langsung disiram.

Penyemprotan darat: penyiraman dilakukan secara intensif hingga dini hari dengan menyesuaikan ketersediaan pasokan air.

Baca Juga : Bengkel Motor di Ciomas Terbakar Dini Hari, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp500 Juta

Kanalisasi: pembuatan parit pemisah untuk menghambat perambatan api ke tumpukan sampah lainnya.

Water bombing: penyiraman dari udara menggunakan helikopter untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.

Pengajuan TMC: Pemkot Bogor menyiapkan usulan modifikasi cuaca apabila hujan alami belum turun dalam beberapa hari ke depan.

Dedie mengatakan, titik api yang kembali muncul pada malam hari tidak selalu menandakan adanya kebakaran baru. Sebagian di antaranya merupakan bara yang sebelumnya belum berhasil dijangkau karena berada di bagian dalam tumpukan sampah.

Baca Juga : Enam Ruko di Pasar Ciluer Terbakar, Sa;ah Satunya Diduga Dua Raja Karaoke

“Medannya terjal dan berbukit-bukit. Kita tidak bisa pakai satu metode saja. Harus gabungan antara pengerukan alat berat, water bombing, penyemprotan darat, sampai usulan modifikasi cuaca ini. Semua potensi dan unsur gabungan sudah kita kerahkan semaksimal mungkin demi menghentikan penyebaran asap,” kata Dedie.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman kebakaran TPAS Galuga membutuhkan penanganan secara bertahap. Tim gabungan masih berupaya menjangkau bara yang berada di bagian dalam tumpukan sampah sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

Pemkot Bogor berharap hujan alami maupun opsi modifikasi cuaca dapat membantu proses pendinginan sehingga titik-titik api yang masih berada di dalam tumpukan sampah bisa segera dikendalikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *