Rekam24.com, Bogor – Suasana panik mendadak menyelimuti sebuah SMP di Desa Luwimilang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (21/10/2026). Puluhan pelajar yang hampir menyentuh angka 80 orang terpaksa dievakuasi darurat ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua setelah mengeluhkan gejala sakit secara massal.
Insiden mengejutkan ini diduga kuat berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru saja mereka santap. Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa investigasi mendalam masih berjalan untuk memastikan penyebab utamanya.Evakuasi Cepat Dipimpin Langsung Polsek Cisarua
Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, yang terjun langsung ke lapangan bersama jajarannya mengungkapkan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa para pelajar. Evakuasi dilakukan secepat kilat dengan mengerahkan berbagai kendaraan demi membawa anak-anak mendapatkan pertolongan medis secepatnya.
Baca Juga : Mengapa Sewa Apartemen Harian Kini Jadi Pilihan Favorit Saat Liburan di Kota Bogor
“Informasi sementara yang kami terima, anak-anak sekolah langsung dievakuasi ke RSPG. Dalam situasi seperti ini, fokus utama kami tentu saja menyelamatkan kondisi para siswa terlebih dahulu,” ujar Budi saat ditemui di lokasi kejadian.
Budi merinci, gelombang siswa yang berdatangan dan mendapat penanganan intensif di instalasi gawat darurat RSPG diperkirakan mencapai kisaran 80 orang. Para korban berasal dari berbagai rombongan belajar, mulai dari kelas 7 hingga kelas 8.
“Campuran siswanya, ada dari kelas 1 dan kelas 2 SMP, karena tadi mereka memang sempat makan bersama-sama,” tambahnya.
Baca Juga : Sewa Apartemen Harian, Pilihan Solusi Penginapan Murah, Praktis, dan Kekinian
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun aparat kepolisian, para siswa sempat menyantap makanan dan minum susu yang dibagikan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Tak berselang lama setelah aktivitas makan bersama tersebut, sejumlah siswa mulai merasakan gejala keluhan kesehatan yang mengarah pada indikasi keracunan.
Meski dugaan sementara mengarah ke menu makanan program MBG, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan sebelum ada hasil uji laboratorium dan keterangan resmi dari tim dokter.
“Terkait apa pemicu pastinya, nanti kita menunggu hasil diagnosis dari dokter yang merawat. Saat ini tugas kami adalah mengamankan dan memastikan seluruh anak-anak mendapatkan penanganan medis yang layak,” tegas Budi.
Hingga berita ini diturunkan, tim medis RSPG Cisarua masih berjibaku memberikan perawatan kepada puluhan siswa terdampak. Pihak sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, serta instansi terkait dikabarkan tengah berkoordinasi untuk mengumpulkan sampel sisa makanan guna diuji lebih lanjut di laboratorium.
Perkembangan terkait jumlah pasti korban selamat, kondisi terkini para siswa, serta hasil investigasi medis atas dugaan keracunan massal ini akan terus diperbarui seiring adanya keterangan resmi dari pihak berwenang.






