Rekam24.com, Bogor – Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyatakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwimalang akan dihentikan sementara atau disuspend selama 20 hari ke depan menyusul munculnya dugaan gangguan kesehatan pada sejumlah siswa SMPN 2.
Penghentian operasional tersebut dilakukan untuk sementara waktu sambil menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) serta evaluasi lebih lanjut terkait kejadian yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Untuk 20 hari ke depan, sambil dievaluasi dan menunggu hasil dari Labkesda, mulai hari ini sampai 20 hari ke depan dapurnya tidak akan beroperasional,” kata Haidir.
Baca Juga : Puluhan Siswa SMP Leuwimalang Cisarua Bogor Dilarikan ke RSPG, Diduga Keracunan Program MBG
Ia menjelaskan, penghentian sementara tersebut masuk dalam kategori suspend sedang dengan durasi 20 hari. Selama periode itu, operasional dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang akan dihentikan hingga proses evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan.
Terkait sumber pasokan MBG bagi para penerima manfaat selama penghentian operasional, Haidir mengatakan hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut.
“Nanti kita bicarakan. Tapi khusus SPPG itu, selama 20 hari ke depan akan stop,” ujarnya.
Baca Juga : Pemkab Bogor Tanam Pohon di 220 Hektare Lahan, Hutan Kota Pakansari Terus Dikembangkan
Haidir menegaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, kejadian tersebut hanya dilaporkan di SMPN 2. Dari total 881 siswa yang menjadi penerima manfaat, sebanyak 103 siswa dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
“Hanya SMPN 2 saja. Dari seluruh penerima manfaat, hanya SMPN 2 yang siswanya 881, tapi yang mengalami gejala karena MBG hanya 103,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah siswa masih menjalani observasi untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Sebanyak 48 siswa direncanakan segera dipulangkan ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka dinilai memungkinkan.
Baca Juga : Mengapa Sewa Apartemen Harian Jadi Pilihan Favorit Liburan dan Kerja Anak Muda?
“Ada 48 sebentar lagi akan dikembalikan ke rumah masing-masing, dan sisanya masih dalam observasi. Mudah-mudahan sore ini kembali reda,” ungkap Haidir.
Adapun penyebab munculnya gejala pada para siswa masih dalam tahap penelusuran. Berdasarkan dugaan awal, susu yang dikonsumsi siswa dalam rangkaian pemberian MBG menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa lebih lanjut.
“Dugaan awal sementara karena susu. Mereka mengalami gejala setelah minum susu itu,” katanya.
Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian. Hasil pemeriksaan Labkesda diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa.
Penghentian sementara operasional SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang selama 20 hari ini menjadi bagian dari langkah evaluasi sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Perkembangan kondisi para siswa serta hasil pengujian sampel akan menjadi perhatian dalam proses penanganan kejadian tersebut.






