Rekam24.com, Bogor – Menjelang Idulfitri 1446 Hijriah, Wali Kota Bogor Dedie Rachim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Jambu Dua pada Kamis (27/3/2025) untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga. Dalam sidak tersebut, Dedie menemukan bahwa sebagian besar harga komoditas relatif stabil, bahkan beberapa mengalami penurunan. Namun, harga cabai rawit merah dan kelapa menjadi perhatian karena mengalami kenaikan signifikan.
“Saat ini, harga cabai rawit merah naik dari Rp 90 ribu menjadi Rp 120 ribu per kilogram. Hal ini kemungkinan akibat meningkatnya permintaan atau tersendatnya pasokan,” ujar Dedie Rachim.
Selain itu, ia juga menyoroti harga minyak goreng yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Beberapa warga mengeluhkan bahwa minyak dijual dengan harga Rp 18 ribu per liter, sedangkan HET yang ditetapkan pemerintah hanya Rp 15.700 per liter.
Dedie menegaskan bahwa selain cabai dan bawang merah, kelapa juga perlu mendapat perhatian karena menjadi bahan penting bagi masyarakat. Pasokan kelapa untuk Kota Bogor selama ini berasal dari Palembang, Lampung, dan Tasikmalaya. Ia meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor untuk mencari solusi guna mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain, salah satunya dengan mendorong penanaman kelapa di wilayah Bogor.
Sebagai langkah antisipasi terhadap harga cabai yang terus meningkat, Dedie juga mendorong program urban farming seperti tabulampot dan hidroponik agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sendiri.
Dalam sidak ini, Dedie Rachim turut didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Eko Prasetyo, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto, serta Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Bogor Hanafi. Tim dari DKPP Kota Bogor juga melakukan uji formalin terhadap daging yang dijual di pasar, dan hasilnya menunjukkan bahwa daging yang beredar di Pasar Jambu Dua aman untuk dikonsumsi.
“Ke depan, kita perlu lebih memperhatikan produksi lokal agar tidak selalu bergantung pada pasokan dari daerah lain,” tutup Dedie Rachim.
(Echa Nur)