Dedie A Rachim Minta Ujung Trase Baru Dilebarkan: Lebih Baik Bereskan Sekarang Daripada Masalah Nanti

Pemerintah Kota Bogor terus bergerak cepat mematangkan proyek pembangunan infrastruktur jalan Trasa Baru di Batutulis

Rekam24.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor terus bergerak cepat mematangkan proyek pembangunan infrastruktur jalan Trasa Baru di Batutulis Bogor Selatan, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa pengerjaan proyek trase jalan baru ini tidak boleh dilakukan dengan setengah hati. Sembari proyek berjalan, evaluasi menyeluruh terus dilakukan demi mengantisipasi segala risiko teknis di lapangan.

Dalam tinjauan terbarunya, Dedie menyoroti kondisi krusial di ujung jalur trase baru yang dinilai membutuhkan penanganan khusus (treatment teknis). Langkah ini diambil untuk memastikan faktor keamanan warga sekitar tetap terjamin, terutama jika nantinya harus dilakukan pembongkaran bangunan.

Baca Juga : Tekuk Kamboja 1-0, Timnas U19 Indonesia Rebut Tempat Ketiga

“Yang pertama kita ini sambil berjalan dan sambil kita evaluasi langkah-langkah yang harus diambil dan diantisipasi. Tadi saya melihat harus ada treatment teknis di ujung jalur trase baru. Sehingga nanti kalau misalnya ada pembongkaran, warga ini harus tetap aman,” ujar Dedie A. Rachim.

Guna menghindari penyempitan jalur atau efek bottleneck, Dedie mengusulkan agar bangunan di sekitar ujung trase sekalian dibebaskan. Targetnya, lebar ujung jalan baru ini harus konsisten dan sama rata dengan lebar jalan utama yang berada di depannya.

Berdasarkan hitungan awal, lebar ujung trase saat ini berada di kisaran 12 meter yang nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas taman di area depan. Namun, demi faktor keamanan optimal, Wali Kota Bogor meminta ada penambahan lahan lagi di area belakang sekitar 5 hingga 10 meter.

Baca Juga : Panas! Prediksi dan H2H 4 Laga Piala Dunia 2026 Minggu Dinihari

“Mangkanya saya usulkan sekalian saja ini dibebaskan (bangunan), ujung lebar jalan ini sama dengan ujung jalan yang ada di depannya. Jadi jangan mengecil,” tegas Dedie. “Untuk yang di depan itu kita siapkan sekaligus dengan taman. Untuk yang di belakang ini, kita tambah 5 sampai 10 meter lagi. Sehingga aman.”

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dedie menginstruksikan jajaran Camat, Lurah, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor untuk segera bergerak cepat menghitung ulang anggaran dan mengajukan proposal teknis yang baru.

Ia mengingatkan bahwa proyek infrastruktur ini memakan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ia tidak ingin ada kecacatan desain yang justru memicu masalah baru bagi masyarakat di masa depan.

“Nomor satu pertimbangannya adalah keselamatan teknis, dan tentu juga harus memerhatikan aspek estetika. Jalan ini dibangun dengan biaya cukup mahal. Tapi, kalau misalkan menimbulkan masalah di kemudian hari, mending kita bereskan sekarang. Itu yang jadi evaluasi hari ini,” pungkas Wali Kota Bogor tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *