Rekam24.com, Bekasi – Kota Bekasi bersiap menyambut era baru pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan. Melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang, paradigma pengelolaan sampah di Indonesia diharapkan dapat berubah secara total.
Fasilitas mutakhir ini dirancang untuk mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap harinya. Tidak hanya mereduksi tumpukan sampah, proyek ini juga diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik berkelanjutan sebesar 15 Megawatt (MW).
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi ini. Menurutnya, inovasi digital yang diterapkan sangat krusial untuk transparansi dan efisiensi kerja.
Baca Juga :DPRD Kota Bekasi Desak Dinkes Tindak Tegas Bidan Salah Suntik Vaksin
“Sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi ini mampu memonitor seluruh proses pengolahan melalui dashboard digital secara real-time,” ujar Sardi Effendi.
Sardi menambahkan bahwa penerapan teknologi ini menjadi gambaran nyata bahwa PSEL Bantargebang memiliki potensi besar untuk mengubah wajah pengelolaan sampah nasional. Ke depan, kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai produsen listrik, tetapi juga diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan dan teknologi energi terbarukan bagi masyarakat luas.
Ia pun optimis bahwa mega proyek ini akan berjalan mulus jika seluruh elemen berkomitmen untuk saling mendukung dan berkolaborasi.
“Dengan sinergi antara DPRD, Pemerintah Kota Bekasi, pemerintah pusat, investor, dan masyarakat, pembangunan PSEL Bantargebang dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi tonggak lahirnya kawasan energi hijau yang modern, bersih, dan berkelanjutan di Kota Bekasi,” pungkas Sardi.








