Rekam24.com, Bogor – Pencarian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perpustakaan dan Arsip (Diaspur) Kota Bogor yang dilaporkan hilang setelah jatuh ke Sungai Cisadane memasuki hari keempat. Hingga penyisiran dilakukan, tim SAR gabungan masih belum menemukan korban.
Petugas terus melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban berada. Tim penyelam juga diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di dasar Sungai Cisadane.
Namun, kondisi bawah permukaan sungai menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.
Baca Juga :Â Motor Ditemukan di Ujung Jembatan, ASN Diarpus Bogor Diduga Jatuh ke Sungai Cisadane
Meski permukaan Sungai Cisadane terlihat relatif tenang, kondisi arus di bawah permukaan dilaporkan cukup deras. Situasi tersebut membuat penyelaman harus dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Selain arus bawah, jarak pandang penyelam juga sangat terbatas akibat kondisi air yang keruh dan banyak mengandung lumpur.
Jarak pandang di dalam air disebut hanya sekitar 50 sentimeter atau kurang dari satu meter. Kondisi tersebut menyulitkan petugas untuk melakukan pencarian secara visual.
Baca Juga :Â ASNDukung ke Kantor Bersepeda, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta ASN Hemat BBM
Kendala lainnya adalah kondisi dasar Sungai Cisadane yang dipenuhi berbagai material.
Di sejumlah cekungan dekat bebatuan cadas, penyelam menemukan tumpukan sampah, ranting pohon, kain hingga ban bekas.
Material tersebut tidak hanya menghambat pencarian, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan penyelam.
Ranting-ranting yang berada di dasar sungai berpotensi tersangkut pada kaki atau perlengkapan penyelam sehingga membatasi pergerakan ketika melakukan penyisiran.
Penyisiran bawah air dilakukan hingga sejumlah titik dengan kedalaman sekitar 5 sampai 6 meter.
Tim SAR telah menjangkau hampir seluruh area yang dinilai memiliki potensi untuk dilakukan pencarian. Namun, sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun barang bawaan yang diduga berkaitan dengan korban.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan petugas.
Tim SAR gabungan masih akan mengevaluasi perkembangan operasi pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta debit air Sungai Cisadane.
Selain penyelaman, pencarian juga dilakukan melalui pengamatan di permukaan dan koordinasi di sepanjang aliran sungai.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas kemungkinan ditemukannya korban setelah memasuki hari keempat pencarian.
Hingga berita ini diterbitkan, pencarian ASN yang dilaporkan hilang di Sungai Cisadane tersebut masih berlangsung dan belum membuahkan hasil.








