Produksi iPhone Duo Temui Jalan Buntu: Yield Rate Foxconn Anjlok, Stok Bakal Langka?

iPhone Duo, Foto Isitimewa
iPhone Duo, Foto Isitimewa

Rekam24.com, Jakarta -Rencana Apple meluncurkan ponsel lipat perdana mereka, iPhone Duo, tampaknya harus melewati jalan terjal. Jalur manufaktur Foxconn dikabarkan masih kewalahan memenuhi standar ketat raksasa teknologi asal Cupertino tersebut, memicu kekhawatiran keterbatasan stok saat rilis resmi mendatang.

Berdasarkan bocoran rantai pasok dari Jiemian News, efisiensi produksi (yield rate) iPhone Duo di pabrik Foxconn saat ini baru menyentuh angka 60 persen dalam uji coba skala kecil. Artinya, dari setiap 100 unit yang dirakit, 40 di antaranya terpaksa dibuang karena tidak lolos kualifikasi teknis.

Bacaan Lainnya

Penyebab utama dari tingginya angka cacat produksi ini dikabarkan berakar dari penolakan Apple untuk menurunkan standar kontrol kualitas (quality control). Bagi Apple, menyajikan ponsel lipat tanpa kompromi adalah harga mati, meskipun merusak ritme manufaktur.

Baca Juga : Hindari Jalan Berlubang Saat Salip Tronton, Pengendara Motor Meninggal Dunia di Bogor Selatan

Seorang sumber internal industri mengungkapkan bahwa lini perakitan masih dalam tahap kalibrasi intensif. “Semua pihak di rantai pasok kini menunggu instruksi resmi dari Apple. Jika mereka bersedia sedikit melonggarkan kriteria kualifikasi, volume produksi massal tentu bisa digenjot jauh lebih cepat,” terangnya.

Selain masalah internal lini perakitan, dua komponen vital juga menjadi biang kerok kelangkaan ini, Pasokan Panel OLED, keterlambatan pengiriman layar lipat khusus dari Samsung Display, mekanisme Engsel (Hinge): Tingkat kerumitan tinggi pada struktur engsel yang memicu delay komponen pendukung.

Para analis memperkirakan butuh waktu setidaknya enam bulan ke depan hingga proses manufaktur ponsel lipat ini benar-benar matang dan stabil.

Baca Juga : BMKG Rilis Peringatan Dini: Jabodetabek Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang Hingga Malam Ini

Akibat hambatan produksi tersebut, Apple terpaksa memangkas proyeksi pasokan global. Perusahaan diprediksi hanya mampu menyediakan sekitar 6 hingga 8 juta unit iPhone Duo untuk tahap awal pasar internasional.

Sebagai pembanding, lini reguler seperti iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang memprioritaskan stabilitas produksi dipatok mencapai 20 hingga 30 juta unit. Jika Apple berhasil menghabiskan seluruh kuota awal 8 juta unit Duo di tengah kendala ini, langkah tersebut sudah dianggap sebagai pencapaian finansial yang sangat besar.

iPhone Duo dijadwalkan meluncur secara resmi pada 16 Oktober, dengan keran pemesanan awal (pre-order) yang sudah mulai dibuka. Menempati segmen ultra-premium, perangkat ini dibanderol mulai dari US$ 1.999 (sekitar Rp 31 jutaan).

Baca Juga : Sepuluh Bangunan Tak Berizin di Lapas Cibinong Resmi Dibatalkan dan Dibongkar DPR

Banderol tersebut secara signifikan lebih mahal dibandingkan rival utamanya, Samsung Galaxy Z Fold 8. Menariknya, harga tinggi ini belum sepenuhnya menjamin dominasi pasar. Hasil jajak pendapat konsumen belakangan ini justru menunjukkan antusiasme publik yang lebih condong ke Galaxy Z Fold 8, meny menyenggol reputasi iPhone Duo yang belum teruji di tangan pengguna.

Ketatnya pengawasan kualitas pada iPhone Duo bukan tanpa alasan. Apple belakangan ini tengah disorot akibat sejumlah isu teknis pada perangkat flagship teranyar mereka, seperti, bug Face ID yang menyebabkan iPhone 18 Pro melakukan restart secara mendadak, dan masalah Reboot Acak yang juga menghinggapi lini Apple Watch Series 12.

Langkah Apple menahan kelolosan iPhone Duo di angka 60% menjadi benteng terakhir untuk menjaga kepercayaan pengguna agar masalah serupa tak terulang pada lini ponsel lipat perdana mereka.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Apple akan mengalah pada efisiensi atau tetap bertahan pada standar kualitas yang kaku. Satu hal yang pasti bagi para calon pembeli: iPhone Duo bakal menjadi barang langka di pasaran pada hari peluncurannya.

Bagi pengadopsi awal (early adopter), tingginya harga dan terbatasnya unit mungkin harus dibayar dengan kesabaran ekstra untuk mendapatkan unit yang benar-benar sempurna bebas cacat produksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *