Rekam24.com, Bogor – Kesuksesan ajang musik Sunset di Kebun mendorong PT Mitra Natura Raya menghadirkan sajian baru bagi para pecinta musik tanah air. Lewat Jazz di Kebun presented by Tring! by Pegadaian, ribuan orang memadati kawasan Kebun Raya Bogor pada Sabtu (7/11/2026).
Gelaran musik yang berlangsung sehari penuh ini mencatatkan rekor positif dengan penjualan tiket yang ludes terjual (sold out) untuk kapasitas 5.000 pengunjung.
Managing Director Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, mengungkapkan bahwa pergelaran ini dirancang untuk memperluas jangkauan pengunjung. Jika Sunset di Kebun lebih condong ke genre pop favorit Gen Z, maka Jazz di Kebun hadir membawa warna yang lebih universal.
“Langkah ini menjadi strategi market expansion kami. Genre jazz memiliki demografi pendengar yang cukup luas, mulai dari kalangan anak muda hingga penikmat musik senior yang datang memboyong keluarga,” ungkap Marga di sela-sela gelaran acara.
Baca Juga : Angkat Besi Kota Bogor Tambah Emas di Porprov Jabar 2026 Berkat Aksi Gemilang Roska Fauziah
Tidak sekadar panggung musik, event ini tetap memegang teguh marwah Kebun Raya Bogor sebagai ruang terbuka hijau yang ramah keluarga (family-friendly).
Pengunjung tidak hanya dihibur oleh penampilan ciamik dari para musisi tanah air, tetapi juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui berbagai aktivitas edukatif, seperti:
Panggung Musisi Lintas Generasi: Menampilkan deretan artis ternama seperti Tulus, Adikara, Mocca, Teddy Adhitya, Gerry Herb Quartet with Horns, Societeit de Harmonie, hingga Wijaya80.
Baca Juga : 7 Rekomendasi Hotel di Bogor untuk Liburan Keluarga, Punya Kolam Renang hingga View Pegunungan!
Workshop Edukasi Gratis: Mengisi jeda pergantian penampil (downtime) dengan beragam kegiatan kreatif, salah satunya kelas merangkai bunga.
Kampanye Plant Heroes: Program pengenalan tanaman endemik khas Indonesia kepada generasi muda menggunakan bahasa yang pop dan mudah dicerna, tanpa istilah teknis yang terlampau kaku.
Melihat respons publik yang sangat tinggi pada pergelaran perdana ini, pihak penyelenggara tidak menampik adanya peluang untuk menjadikan Jazz di Kebun sebagai agenda tahunan, bahkan memboyongnya ke Kebun Raya di kota-kota lain.
Meski demikian, manajemen memilih fokus menyelesaikan dan menguji evaluasi menyeluruh dari ajang perdana ini terlebih dahulu.
“Peluang untuk ekspansi tentu ada. Namun, fokus utama kami saat ini adalah menyukseskan gelaran perdana dan melakukan evaluasi pasca-acara. Dari evaluasi tersebut, kami akan tentukan arah konsep yang lebih matang untuk penyelenggaraan berikutnya. Tapi sejauh ini, indikatornya sangat positif,” tutup Marga.







