Rekam24.com, Bogor – Olla Cafe resmi membuka cabang keduanya di kawasan Taman Budaya Sentul, Kabupaten Bogor. Mengusung konsep Melayu-modern dengan menu khas Malaysia serta interior bergaya vintage lintas budaya, kafe ini hadir sebagai destinasi kuliner baru bagi pencinta kopi dan tempat nongkrong di kawasan Sentul.
Sebelumnya sukses membuka gerai pertama di kawasan One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Olla Cafe kini memperluas jangkauannya ke Bogor dengan menghadirkan konsep yang berbeda. Selain menawarkan sajian khas Negeri Jiran, kafe ini juga mengedepankan pengalaman bersantap yang nyaman melalui desain interior yang estetik.
Supervisor Olla Cafe Taman Budaya, Arkhan (24), menjelaskan bahwa konsep kuliner Olla Cafe mengalami transformasi dari menu western menjadi sajian khas Malaysia yang kini dikenal dengan konsep “Olama”.
Baca Juga : BRI KC Warung Buncit Tawarkan Solusi Keuangan dan Layanan Langsung di UMKM 5K Run
“Dulu konsep menu kita lebih ke western, tapi sekarang kita beralih menggunakan konsep ‘Olama’ yang kiblatnya lebih ke arah masakan Malaysia,” ujar Arkhan saat ditemui di Olla Cafe Taman Budaya, Selasa (28/7/2026).
Meski mengusung konsep baru, Olla Cafe tetap mempertahankan kualitas cita rasa sebagai daya tarik utama. Saat ini, mereka tengah memperkenalkan Bakmie Series sebagai salah satu menu unggulan.
Menurut Arkhan, Rendang dan Kari menjadi dua menu yang paling direkomendasikan bagi pelanggan yang baru pertama kali berkunjung.
Baca Juga : Siapa Mitchell Baker? Striker Muda Timnas Indonesia yang Langsung Mencuri Perhatian di Laga Perdana
“Kalau untuk makanan, yang paling spesial menurut saya itu rendang dan karinya, itu enak banget. Tapi kembali lagi ke selera konsumen ya. Kalau di menu Olama sendiri, sejauh ini yang paling banyak diminati pengunjung itu Nasi Lemak, Rendang Sapi, dan Nasi Ayam Panggang,” jelasnya.
Tak hanya menyajikan hidangan khas Malaysia, Olla Cafe juga menawarkan berbagai pilihan minuman kopi dengan cita rasa khas. Dua menu signature yang menjadi andalan yakni Olla Cafe dan Olla Pink Macchiato.
“Basic-nya memakai double espresso, whipping cream, dan es krim. Jadi perpaduannya menghasilkan rasa yang manis, strong, dan creamy. Penggunaan susunya tidak terlalu banyak, sehingga aftertaste-nya cenderung kuat dan manis. Bedanya, kalau untuk varian Olla Cafe, kita kombinasikan dengan fresh milk,” terang Arkhan.
Baca Juga :Siapa Mitchell Baker? Striker Muda Timnas Indonesia yang Langsung Mencuri Perhatian di Laga Perdana
Selain menu makanan dan minuman, suasana menjadi salah satu nilai jual utama Olla Cafe. Mengusung konsep lifestyle, kafe ini memadukan nuansa vintage dengan sentuhan desain dari beberapa benua.
Area indoor menghadirkan atmosfer semi-Italia dan Western yang hangat, sementara area lantai atas menawarkan nuansa khas Asia yang estetik. Perpaduan konsep Malaysia, Italia, dan Barat menjadikan setiap sudut kafe menarik sebagai lokasi bersantai maupun berfoto.
Olla Cafe Taman Budaya beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, kafe ini melayani pengunjung mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WIB.
Di balik potensi besar kawasan Taman Budaya sebagai destinasi wisata dan kuliner, Arkhan mengakui tingkat kunjungan masih sangat dipengaruhi oleh penyelenggaraan berbagai kegiatan di kawasan tersebut.
Menurutnya, seluruh tenant yang berada di kawasan Taman Budaya merasakan dampak yang sama ketika aktivitas atau event sedang sepi.
“Kendalanya mungkin kurang kreativitas atau event dari pihak Taman Budaya, dan itu berpengaruh ke semua tenant, bukan cuma Olla Cafe aja. Seperti kemarin waktu ada event lari, itu dampaknya lumayan bagus banget, semua outlet jadi ramai,” ungkapnya.
Karena itu, Arkhan berharap pengelola Taman Budaya dapat lebih rutin menghadirkan berbagai kegiatan kreatif agar jumlah pengunjung tetap stabil dan mampu mendukung keberlangsungan usaha para tenant.
“Harapan saya sering-sering bikin event kreatif langsung dari Taman Budayanya. Ini juga penting untuk meminimalisir agar jangan sampai ada tenant yang tutup di sekitar sini,” pungkasnya.








