Rekam24.com, Bogor – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial dan konflik melalui inovasi digital SIPEKA (Sistem Pemetaan Kerawanan).
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Bakesbangpol Kota Bogor dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, ketenteraman, serta kondusivitas masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Kota Bogor, Hidayatulloh, mengatakan SIPEKA dirancang untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan memetakan berbagai potensi kerawanan di wilayah Kota Bogor secara lebih cepat dan terpadu.
“SIPEKA ini dirancang agar informasi sekecil apa pun terkait dinamika Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, dan Agama) dapat terintegrasi. Kita ingin data lapangan menjadi dasar pengambilan keputusan pimpinan, bukan lagi sekadar asumsi,” ujar Hidayatulloh, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga :Sekda Monitor Kabar OTT di Lingkup Pemda Kabupaten Bogor
Menurut Hidayatulloh, sistem tersebut diharapkan dapat membuat informasi dari lapangan lebih tertata dan mudah digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan.
Sebelumnya, laporan terkait kewaspadaan dini terkadang disampaikan melalui pesan pribadi maupun aplikasi percakapan sehingga informasi yang masuk tidak selalu terdokumentasi secara sistematis.
Melalui SIPEKA, berbagai informasi mengenai dinamika sosial di masyarakat dapat dihimpun dan dipetakan.
Salah satu contohnya adalah ketika muncul indikasi kerawanan sosial di tingkat kelurahan, seperti maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai bank emok.
Baca Juga : LAPIS BOBAR Resmi Diluncurkan, Warga Bogor Barat Bisa Akses Informasi Layanan via WhatsApp
Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi perangkat daerah terkait untuk mengambil langkah penanganan. Dinas teknis, misalnya, dapat memberikan pendampingan melalui pelatihan maupun program peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Bakesbangpol menyebut Kota Bogor merupakan wilayah yang majemuk dan dinamis dengan masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, serta kelompok sosial.
Berdasarkan catatan Bakesbangpol Kota Bogor, terdapat sedikitnya 286 organisasi kemasyarakatan (ormas) aktif yang terdaftar. Organisasi tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, kepemudaan, sosial, hingga adat dan budaya.
Untuk menjaga kerukunan di tengah keberagaman tersebut, Bakesbangpol juga mengoptimalkan peran 136 penyuluh wawasan kebangsaan yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor.
Baca Juga : Puluhan Lapak PKL di Bubulak Bogor di Bongkar
“Di tengah berbagai keterbatasan, kita tetap harus hadir dan mewarnai masyarakat. Kehadiran 136 penyuluh wawasan kebangsaan di 68 kelurahan bertujuan memberikan pengayaan nilai Pancasila, mencegah penyebaran hoaks, serta meminimalisir potensi gesekan sosial sejak dini,” tegas Hidayatulloh.
Pada agenda yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi atau Kang Aldho, mengapresiasi langkah strategis Bakesbangpol dalam memperkuat pelayanan dan komunikasi publik.
Menurutnya, kedekatan lokasi Sekretariat PWI Kota Bogor dengan kantor Bakesbangpol dapat menjadi peluang untuk membangun kolaborasi yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga : Habib Bahar Desak Pabrik Miras di Cileungsi Ditutup, Beri Batas Waktu Tujuh Hari
Kang Aldho mendorong agar kegiatan pelayanan publik terpadu dapat dilakukan secara rutin, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak akses terhadap berbagai layanan pemerintahan.
“Ke depan, kami berharap pelayanan publik terpadu ini bisa dilaksanakan secara rutin, misalnya sebulan sekali. Tidak hanya layanan kependudukan dan perizinan, tetapi juga menggandeng BPN untuk pertanahan serta Imigrasi untuk pembuatan paspor di hari libur, agar masyarakat yang sibuk bekerja tetap bisa mengaksesnya,” kata Kang Aldho.
Ia juga mengapresiasi ruang komunikasi yang diberikan Bakesbangpol kepada wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pejabat maupun pembuat kebijakan.
Menurutnya, akses terhadap sumber informasi utama penting untuk menjaga akurasi dan keberimbangan pemberitaan.
“Sinergi seperti ini sangat positif. Teman-teman media mendapatkan fakta dan data langsung dari sumber utama, sehingga pemberitaan yang sampai ke masyarakat benar-benar berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Dengan penerapan SIPEKA, penguatan wawasan kebangsaan hingga tingkat kelurahan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Bakesbangpol Kota Bogor berharap potensi kerawanan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara tepat.
Upaya tersebut diharapkan turut menjaga Kota Bogor tetap aman, rukun, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.








