Rekam24.com, Bogor – Habib Bahar bin Smith mendesak agar pabrik minuman keras (miras) yang berada di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, segera ditutup. Desakan itu disampaikan di hadapan para habaib, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat
Dalam orasinya, Habib Bahar menilai peredaran miras menjadi salah satu pemicu berbagai tindak kejahatan di tengah masyarakat. Ia menyebut dampak miras dapat memicu kekerasan hingga tindak pidana seksual.
“Orang kalau sudah minum miras, orang kalau sudah mabuk, bakal apa? Orang tua bunuh anak, anak bunuh orang tua. Terjadi pemerkosaan, terjadi pelecehan seksual, terjadi perzinahan, terjadi segala macam bentuk kejahatan, kriminal, perampokan, pembunuhan,” ujar Habib Bahar.
Baca Juga :Â Beredar Habib Bahar Ditembak
Ia menegaskan, kehadirannya dalam aksi tersebut bukan semata-mata untuk menyikapi persoalan penghinaan terhadap Al-Qur’an yang sebelumnya disebut berkaitan dengan orang yang mengonsumsi miras.
Menurutnya, perjuangan tersebut juga ditujukan untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk minuman keras.
“Kita datang ke sini bukan hanya untuk membela Al-Qur’an saja, tetapi kita datang ke sini untuk menyelamatkan anak-anak bangsa, untuk menyelamatkan anak cucu kita ke depan daripada bahaya miras,” katanya.
Baca Juga :Â Polisi : Habib Bahar Ada Luka di Perut
Habib Bahar kemudian memberikan tenggat waktu tujuh hari agar pihak pabrik menghentikan produksi dan menarik produk minuman keras yang telah beredar.
“Kalau pabrik kira-kira ditutup, maka demi Allah, saya baru di sini yang akan membatalkan pabrik kira-kira. Kalau dalam waktu tujuh hari, mereka bilang tujuh hari, oke tidak apa-apa tujuh hari. Tujuh hari boleh produksi, terus semua produk-produk miras dari pabrik atau apa pun yang di luar, tarik-tarikin. Kalau enggak, ditutup,” tegasnya.
Ia juga meminta agar spanduk penyegelan yang dipasang masyarakat tidak dicabut sebelum adanya kepastian pabrik tersebut ditutup.
Baca Juga : Saham BYAN Melonjak Hampir 20% ke Rp17.275, Digendong Rumor Akuisisi Haji Isam – IHSG Ikut Menguat
“Ini pabrik disegel oleh masyarakat Bogor dan umat Islam Bogor. Di spanduk nggak boleh dicabut. Sampai pabrik ini ditutup,” ucapnya.
Habib Bahar bahkan menyatakan siap mempertanggungjawabkan tindakannya kepada aparat penegak hukum apabila nantinya melakukan aksi penutupan secara langsung.
“Kalau tidak, saya yang bakal. Abis saya bakal, saya menyerahkan diri ke Polda Jabar. Nggak ada urusan,” tegas Habib Bahar.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan tuntutan utama masyarakat, yakni penutupan pabrik miras tersebut.
“Pokoknya kalau mau tutup, kita paham. Itu saja. Nggak ada kata-kata lain,” pungkasnya.
(RAM)








