Rekam24, Bogor — Balai Konservasi Air Tanah (BKAT) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaksanakan survei dan koordinasi awal untuk rencana pembangunan sumur pantau tahap II di Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan jaringan pemantauan air tanah yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Survei dilaksanakan di dua lokasi strategis, yaitu di DPRD Kota Bogor dan Kantor Kecamatan Bogor Barat. Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Balai Konservasi Air Tanah beserta jajaran, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, vendor pelaksana, serta Person in Charge (PIC) masing-masing lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKAT meninjau langsung kesiapan dan kondisi lokasi calon sumur pantau. Selain itu, koordinasi teknis maupun administratif dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh pihak terkait siap mendukung proses pembangunan.
“Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak agar pembangunan sumur pantau dapat berjalan optimal,” demikian keterangan resmi dari akun Instagram Badan Geologi.
Pembangunan sumur pantau tahap II ini diharapkan memperkuat sistem pemantauan kualitas dan kuantitas air tanah di Kota Bogor. Data yang dihasilkan dari sumur pantau nantinya akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya air tanah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya survei dan koordinasi awal ini, BKAT optimistis pembangunan sumur pantau tahap II dapat segera dilanjutkan sesuai rencana, demi mendukung konservasi air tanah di wilayah Kota Bogor dan sekitarnya.
Sumber: Badan Geologi (@badan.geologi) via Instagram, 22 September 2026.






