Rekam24.com, Bogor – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meninjau pelaksanaan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan di sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Sugiono melihat langsung fasilitas sekolah yang telah selesai direvitalisasi, termasuk ruang kelas dan toilet. Ia memastikan pelaksanaan revitalisasi sejauh ini telah berjalan sesuai dengan rencana dan kebutuhan sekolah.
“Fokusnya adalah revitalisasi dan digitalisasi. Tadi saya sudah mengunjungi SD, kemudian ini yang SMA. Maketnya kurang lebih sama, perbaikan ruang kelas dan toilet,” kata Sugiono.
Baca Juga : Warga Cibinong Geger, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Rumah Kontrakan
Ia mengatakan program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk memperbaiki berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. Namun, pemenuhan seluruh kebutuhan sekolah tidak dapat dilakukan sekaligus dan membutuhkan proses.
“Kan belum menyentuh semuanya. Menyentuh semua yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah, kita tahu ini merupakan upaya besar yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.
Menurut Sugiono, pemerintah telah melakukan inventarisasi terhadap berbagai persoalan yang perlu diperbaiki di sekolah. Pelaksanaannya kemudian dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.
Baca Juga : Move On Usai Cerai, Dahlia Poland Blak-blakan Tambatan Hati Barunya
“Dan semuanya perlu proses, semuanya perlu waktu. Tapi saya kira sudah ada inventarisir masalah apa yang harus diperbaiki,” katanya.
Selain revitalisasi fisik, Sugiono menyoroti pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Salah satunya melalui papan interaktif digital yang telah dibagikan pemerintah.
Ia menyebut, berdasarkan masukan dari pihak sekolah, penggunaan papan interaktif digital memberikan manfaat dalam kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan antusiasme siswa.
Baca Juga : Anggota DPRD Kota Bogor, Jadi Tersangka Penggelapan Dana Ambulans CSR Rp1 Miliar
“Tadi juga saya mendapatkan masukan dari kepala sekolah bahwa papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden merupakan suatu sarana belajar yang sangat bermanfaat. Itu juga meningkatkan antusiasme murid dan siswa untuk belajar,” tutur Sugiono.
Sugiono mengatakan pemerintah berharap papan interaktif digital nantinya dapat tersedia di setiap kelas. Namun, pemenuhan kebutuhan tersebut akan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan waktu.
“Harapannya semuanya dapat masing-masing satu kelas, tapi ya perlu waktu untuk itu. Kita akan usahakan,” ujarnya.
Ia menilai penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga sesuai dengan karakter generasi pelajar saat ini yang sudah akrab dengan perangkat digital.
“Selain kesesuaian dengan teknologi, kemudian familiarity sama murid-murid karena mereka berasal dari generasi yang banyak menggunakan gawai. Jadi pemanfaatan papan interaktif digital itu merupakan sesuatu yang sangat bersahabat buat mereka,” kata Sugiono.





