Rekam24.com, Bogor – Ekosistem olahraga renang di Jawa Barat kembali bergairah. Ratusan perenang muda dari berbagai penjuru wilayah unjuk gigi dalam ajang Kejuaraan Renang Bogor Aquatic se-Jawa Barat 2026. Berlokasi di Kolam Renang Pusdikzi, Lawang Gintung, Bogor Selatan, kompetisi bergengsi ini sukses menjadi panggung pembuktian bakat-bakat potensial di lintasan air.
Tak tanggung-tanggung, ajang yang berlangsung pada pertengahan Oktober 2026 ini menyedot perhatian sekitar 600 atlet dari 54 sekolah dan klub renang. Mereka bersaing ketat memperebutkan podium terbaik di 100 nomor pertandingan yang diperlombakan.
Ketua Pengurus Cabang Aquatic Kota Bogor, Bayu Saputra, menegaskan bahwa kejuaraan ini dirancang bukan sekadar ajang berebut medali, melainkan sebagai kawah candradimuka untuk memperkuat mentalitas dan jam terbang para perenang.
Baca Juga : PMII UIKA Bogor Gelar Mapaba Raya 2026, Cetak Kader Mahasiswa Kritis dan Lihai di Era Digital
“Kompetisi berkala adalah kunci. Lewat ajang ini, para atlet bisa mengukur hasil latihan, mengasah mental bertanding, sekaligus melatih ketahanan fisik sebelum melangkah ke tingkat perlombaan yang lebih tinggi,” ungkap Bayu saat ditemui wartawan, Senin (18/10/2026).
Langkah Aquatic Kota Bogor ini juga telah mengantongi rekomendasi resmi dari Aquatic Jawa Barat. Hal tersebut memastikan seluruh jalannya kejuaraan mengacu pada standar kompetisi yang profesional dan akuntabel.
Selain memperbanyak kompetisi, ajang ini memegang peranan vital sebagai basis data (bank data) atlet akuatik Kota Bogor. Melalui pendataan berbasis performa nyata di lapangan, proses pembinaan atlet masa depan dapat dilakukan secara terukur dan tepat sasaran.
Baca Juga : Candaan Trump Soal Nama ‘Mohammad’ Pancing Reaksi Keras DPR, Kemlu Didesak Turun Tangan
Menariknya, Kejuaraan Bogor Aquatic ini sekaligus dimanfaatkan sebagai seleksi tahap kedua untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Seleksi Tahap 2: Berlangsung pada ajang Bogor Aquatic 2026, Seleksi Tahap 3: Dijadwalkan bergulir pada Januari 2027 mendatang.
Melalui tahapan seleksi yang ketat ini, kontingen Kota Bogor optimistis mampu melahirkan skuad renang terkuat yang siap memborong prestasi di ajang Popda mendatang.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Dedy Sumarna. Menurutnya, sinergi antara klub, sekolah, dan induk organisasi olahraga sangat krusial dalam mencetak atlet berprestasi jangka panjang.
Dedy menilai bahwa sesi latihan harian tidak akan maksimal tanpa dipadukan dengan atmosfer kompetisi yang nyata.
“Pembinaan olahraga tidak bisa berdiri sendiri di ruang latihan. Atlet butuh panggung bertanding secara rutin untuk mengevaluasi kekurangan dan melatih daya saing menghadapi perenang dari daerah lain,” tegas Dedy.
Ia berharap Kejuaraan Renang Bogor Aquatic dapat terus menjadi agenda tahunan yang konsisten. Dengan keterlibatan aktif dari tingkat sekolah hingga klub, fondasi pembinaan akuatik di Kota Bogor dipastikan kian kokoh untuk menyumbang atlet nasional di masa depan.





