Keributan SPPI Purwakarta di Kantor KPPG Bogor Viral, Pihak Kantor Buka Suara dan Janjikan Sanksi Tegas

Suasana Kantor KPPG di Bantar Jati Bogor, Foto/Istimewa
Suasana Kantor KPPG di Bantar Jati Bogor, Foto/Istimewa

Rekam24.com, Bogor – Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh insiden perselisihan yang melibatkan oknum Satuan Pelayanan Pengawasan Internal (SPPI) asal Purwakarta. Peristiwa keributan tersebut diketahui terjadi di halaman luar Kantor Pelayanan dan Pengawasan Gizi (KPPG) Bogor.

Menanggapi video yang terlanjur viral di tengah masyarakat, pimpinan KPPG Bogor, Haidir memberikan klarifikasi kronologi kejadian sekaligus menyampaikan pemohonan maaf secara terbuka atas kegaduhan yang timbul.

Bacaan Lainnya

Insiden perselisihan tersebut pecah pada Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat peristiwa terjadi, jajaran pimpinan KPPG Bogor—termasuk Kasubag TU serta Korwil Kota Bogor—tengah beraktivitas di dalam gedung untuk merumuskan agenda penting terkait koordinasi Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga : Polsek Ciomas Gerebek Lapak Diduga Edarkan Obat Keras, Ratusan Butir Tramadol dan Miras Diamankan

Suasana tenang mendadak berubah ketika terdengar teriakan dari arah halaman luar kantor. Mendengar kegaduhan tersebut, para pejabat KPPG langsung bergegas keluar untuk memeriksa situasi.

“Kami langsung bergegas keluar dan mendapati ada dua anggota SPPI dari Purwakarta yang tengah terlibat perselisihan. Saat itu juga kami melerai dan membawa mereka masuk ke dalam ruangan untuk dimintai keterangan,” ujar pimpinan KPPG Bogor, Haidir saat memberikan keterangan.

Di dalam ruangan, kedua belah pihak langsung mendapatkan teguran keras. Pihak KPPG menegaskan bahwa segala tindakan main hakim sendiri maupun bentuk kekerasan fisik dan verbal sama sekali tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga : Fungsi Trotoar Jalan Dr. Sumeru Dikembalikan, Pedagang Direlokasi ke Area RS Marzuki Mahdi

Meskipun perselisihan tersebut sempat memanas, kedua anggota SPPI Purwakarta tersebut akhirnya sepakat untuk berdamai sore itu juga sebelum sama-sama bertolak kembali ke Purwakarta.

Terkait identitas dua oknum yang terlibat, pihak KPPG mengonfirmasi bahwa keduanya merupakan personel SPPI dari wilayah Purwakarta yang secara administratif berada di bawah koordinasi wilayah KPPG Bogor, Satu orang bertugas sebagai Kepala Dapur dan Satu orang lainnya belum memegang tanggung jawab dapur.

Kedatangan mereka ke kantor KPPG Bogor sejatinya adalah untuk menyelesaikan urusan kedinasan rutin. Mengingat KPPG Bogor merupakan pusat koordinasi operasional wilayah, kantor tersebut memang intens dikunjungi personel untuk mengurus teknis Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga : Sopir Microbus Elf yang Diduga Alami Rem Blong di Ciawi Meninggal Dunia

Hingga kini, pihak KPPG masih mendalami motif utama di balik percekcokan tersebut—apakah berakar dari masalah pribadi yang dibawa dari luar atau murni kesalahpahaman spontan saat berada di lokasi.

Menanggapi sorotan publik lantaran membawa nama serta simbol lembaga, KPPG Bogor memastikan tidak akan tinggal diam. Selain teguran keras di lokasi, pihak internal telah berkoordinasi langsung dengan pimpinan pusat di Jakarta untuk menentukan bentuk sanksi atau punishment yang tepat bagi kedua personel tersebut.

Sebagai langkah preventif, KPPG Bogor juga bakal memperketat pengawasan dan kontrol terhadap seluruh operasional dapur SPPI di wilayah kerja mereka, termasuk yang berlokasi di Purwakarta.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan serta kegaduhan yang terjadi. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran berharga bagi kami agar tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *