Rekam24.com, Jakarta – Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan menyerang jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini dapat menyerang berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, tiroid hingga saluran pencernaan.
Penyakit autoimun juga lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan laki-laki. Gejalanya sering kali tidak spesifik dan dapat menyerupai keluhan kesehatan lainnya, sehingga seseorang terkadang tidak menyadari adanya masalah hingga gejala berlangsung cukup lama.
Lantas, apa saja tanda yang perlu diperhatikan?
Berikut sejumlah gejala yang dapat ditemukan pada beberapa penyakit autoimun.
Baca Juga :Â Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Rizky Irmansyah di JCC
1. Kelelahan yang Berlangsung Lama
Kelelahan merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul pada sejumlah penyakit autoimun.
Berbeda dengan rasa lelah setelah melakukan aktivitas berat, sebagian penderita dapat mengalami kelelahan yang menetap atau berulang meskipun sudah mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Namun, kelelahan juga dapat disebabkan oleh banyak kondisi lain, seperti kurang tidur, anemia, gangguan tiroid, infeksi, stres maupun masalah kesehatan lainnya.
Baca Juga :Â KPK Usut Dugaan Korupsi di Bapenda Kabupaten Bogor, Statusnya Naik Ke Penyidikan
2. Rambut Rontok atau Menipis
Rambut rontok berlebihan dapat terjadi pada beberapa kondisi autoimun.
Salah satunya adalah alopecia areata, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan kerontokan yang dapat muncul dalam bentuk area tertentu pada kulit kepala.
Kerontokan rambut juga dapat memiliki banyak penyebab lain. Karena itu, rambut rontok tidak bisa langsung dijadikan tanda pasti seseorang mengalami penyakit autoimun.
Baca Juga :Â Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Padam, Populasi Gajah Sumatra Dipastikan Aman
3. Nyeri dan Bengkak pada Sendi
Nyeri, kekakuan atau pembengkakan sendi dapat ditemukan pada penyakit autoimun tertentu, termasuk rheumatoid arthritis.
Keluhan dapat muncul pada beberapa sendi dan dalam kondisi tertentu terasa lebih berat setelah seseorang tidak banyak bergerak dalam waktu lama.
Jika nyeri atau pembengkakan sendi berlangsung terus-menerus, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
4. Gangguan Pencernaan yang Berulang
Beberapa penyakit autoimun dapat berkaitan dengan sistem pencernaan. Contohnya penyakit celiac dan sejumlah penyakit peradangan pada saluran pencernaan.
Keluhan yang dapat muncul antara lain sakit perut, diare berkepanjangan, kembung atau perubahan pola buang air besar.
Meski demikian, gangguan pencernaan memiliki banyak kemungkinan penyebab. Gejala yang berulang atau berlangsung lama sebaiknya diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui.
5. Perubahan pada Kulit
Perubahan pada kulit dapat menjadi salah satu gejala yang terlihat pada beberapa penyakit autoimun.
Pada lupus, misalnya, sebagian penderita dapat mengalami ruam pada kulit. Penyakit autoimun lainnya juga dapat menimbulkan perubahan kulit dengan karakteristik yang berbeda.
Jika muncul ruam yang tidak biasa, berulang atau tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
6. Perubahan Berat Badan yang Tidak Jelas
Penurunan atau kenaikan berat badan tanpa perubahan pola makan maupun aktivitas fisik perlu diperhatikan, terutama jika terjadi secara terus-menerus.
Gangguan pada kelenjar tiroid, termasuk penyakit autoimun seperti penyakit Graves dan Hashimoto, dapat memengaruhi fungsi metabolisme tubuh.
Namun, perubahan berat badan juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
7. Perubahan Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi yang berubah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk stres, perubahan berat badan, gangguan hormon, kehamilan, penggunaan obat tertentu hingga kondisi kesehatan tertentu.
Pada sebagian perempuan dengan penyakit autoimun, perubahan siklus menstruasi juga dapat terjadi. Namun, menstruasi yang tidak teratur bukan merupakan tanda khusus penyakit autoimun.
Jika perubahan siklus berlangsung berulang, sangat banyak, sangat sedikit atau menstruasi berhenti dalam waktu tertentu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Memiliki satu atau beberapa gejala di atas tidak berarti seseorang pasti mengalami penyakit autoimun.
Gejala penyakit autoimun dapat menyerupai berbagai kondisi kesehatan lainnya. Dokter biasanya akan mempertimbangkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab keluhan.
Jika kelelahan berkepanjangan, nyeri sendi, ruam kulit, rambut rontok atau keluhan lainnya terus berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan melakukan diagnosis sendiri. Konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, pemeriksaan atau pengobatan dari tenaga medis profesional.








