Rekam24.com, Bogor – Kondisi Sungai Ciliwung yang kian memprihatinkan menjadi perhatian serius Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.
Berbagai langkah strategis pun mulai disiapkan guna menekan pencemaran, khususnya dari sampah rumah tangga di wilayah bantaran sungai.
Kondisi ini semakin diperparah dengan besarnya timbulan sampah di Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 2.800 hingga 3.000 ton per hari.
Baca Juga : Pasar Jambu Dua Jadi ‘Rumah Baru’ Pedagang Sayur Malam Bogor
Tanpa pengelolaan yang optimal, sebagian sampah tersebut berpotensi berakhir di aliran sungai, termasuk Ciliwung
Sekretaris DLH Kabupaten Bogor, Dede Armansyah, menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya mulai menjalankan program pengelolaan sampah berbasis desa secara menyeluruh. Program tersebut akan melibatkan pendampingan langsung di setiap desa.
“Tahun ini mulai dilaksanakan pengelolaan sampah skala desa dengan pendampingan, di mana setiap desa akan memiliki satu orang fasilitator,” ujarnya.
Menurutnya, para fasilitator tersebut memiliki peran penting dalam mendata kondisi riil pengelolaan sampah di masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga RW. Pendataan ini juga mencakup potensi pembuangan sampah ke badan air, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Baca Juga : Bagi-bagi THR Rp 15 Ribu, Dewi Perssik Buka-bukaan Jatah Keluarga usai Dinyinyiri oleh Warga
“Fasilitator akan ditugaskan mendata pengelolaan sampah di setiap RT/RW, termasuk bagaimana potensi pembuangan sampah ke badan air atau sungai bagi masyarakat di pinggir sungai,” jelasnya.
Data yang dihimpun tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah penanganan sampah, terutama di daerah aliran sungai seperti Ciliwung yang saat ini membutuhkan penanganan lebih serius.
“Hasil pendataan itu akan menjadi bahan rencana penanganan sampah di daerah aliran sungai,” tambahnya.
Baca Juga : Bupati Bogor Sampaikan Laporan Pengelolaan dan Penyerapan Anggaran Tahun 2025 kepada BPK Jabar
Lebih lanjut, Dede menyebutkan bahwa mulai tahun 2026, DLH Kabupaten Bogor akan mencanangkan program pengelolaan sampah tingkat desa secara masif dan serentak, baik di wilayah sekitar sungai maupun non-sungai.
Program tersebut mencakup pengelolaan sampah organik melalui metode komposting, biopori, dan maggot, serta pengelolaan sampah anorganik melalui pembentukan bank sampah. Sementara itu, sampah residu akan ditangani dengan metode refuse-derived fuel (RDF).
“Untuk masyarakat di pinggir sungai tentu akan menjadi daerah yang lebih diperhatikan,” tegasnya.
Melalui program ini, DLH Kabupaten Bogor berharap dapat mengurangi kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai, sekaligus memperbaiki kondisi Sungai Ciliwung secara bertahap.










