Puluhan Ikan Mati di Situ Plaza Cibinong Diduga Akibat Luka Usai Dipancing dan Dilepas Lagi

Diskanak Kabupaten Bogor menduga kematian puluhan ikan di Situ Plaza Cibinong bukan disebabkan pencemaran berat

Rekam24.com, Bogor – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menduga kematian puluhan ikan di Situ Plaza Cibinong bukan disebabkan pencemaran berat, melainkan akibat ikan yang sudah dipancing lalu dilepas kembali ke perairan dalam kondisi luka.

Ketua Tim Pengawasan Perikanan Budidaya dan Perikanan Tangkap Diskanak Kabupaten Bogor, Yayan Buduayana mengatakan, pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air serta wawancara dengan para pemancing yang hampir setiap hari berada di lokasi tersebut.

Menurut Yayan, para pemancing mengaku tidak menemukan kematian ikan dalam jumlah besar di Situ Plaza. Namun, ada dugaan ikan yang mati merupakan hasil tangkapan yang dilepas kembali ke air setelah mengalami luka akibat kail pancing.

Baca Juga : Buntut Kecelakaan Kereta Stasiun Bekasi Timur, Prabowo Subianto Akan Rombak Perlintasan Sebidang

“Karena mereka itu pemancing kebiasaan kadang-kadang kalau mereka dapat ikan yang tidak diinginkan mereka dilepas lagi ke kolam. Mereka menduga yang mati mungkin ikan yang sudah terlanjur mereka tangkap kemudian dilepas lagi yang luka akibat pancing,” kata Yayan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil uji lapangan, kondisi Situ Plaza memang memiliki karakteristik air yang cenderung stagnan lantaran hanya mengandalkan rembesan dan tampungan air hujan, sementara saluran keluarnya tertutup.

“Outlet-nya ditutup, jadi airnya relatif stagnan. Sehingga ada perubahan kecil apa pun terjadi di situ akan berpengaruh ke biota yang ada di perairan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : Tragedi Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur: 7 Korban Jiwa, Evakuasi Lokomotif Berlanjut

Dari hasil pengujian kualitas air, Diskanak menemukan kadar fosfat yang cukup tinggi. Kondisi itu memicu pertumbuhan alga atau ganggang secara berlebihan yang kemudian memengaruhi kadar oksigen di dalam air.

Fosfat itu memicu terjadinya blooming alga. Ketika alga mati akan terjadi aktivitas penguraian bakteri yang membutuhkan oksigen sangat banyak,” ujarnya.

Selain itu, suhu panas di permukaan air juga membuat air lebih sulit mengikat oksigen. Kondisi tersebut diduga menyebabkan hipoksia ringan atau kekurangan oksigen yang memicu kematian ikan dalam jumlah terbatas.

“Kami menduga ada kematian ikan yang terjadi kemarin sifatnya tidak terlalu banyak, hanya puluhan, diduga disebabkan oleh hipoksia atau kekurangan kadar oksigen,” ungkap Yayan.

Meski begitu, ia memastikan kondisi air di Situ Plaza saat ini masih layak untuk kehidupan ikan berdasarkan hasil uji fisika dan kimia air terbaru.

“Untuk saat ini kalau kami uji dengan kualitas faktor fisika kimia, layak untuk kehidupan ikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *