Rekam24.com, Bekasi – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan sebidang kereta api di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas insiden kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB.
Dalam kunjungannya ke RSUD Bekasi pada Selasa (28/4) untuk menjenguk para korban, Presiden menginstruksikan pembenahan segera terhadap 1.800 titik perlintasan sebidang, terutama di wilayah padat penduduk guna mencegah terulangnya tragedi serupa.
Presiden menyoroti banyaknya perlintasan yang tidak memiliki penjagaan memadai meskipun berada di jalur aktif. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang ada saat ini banyak yang merupakan peninggalan lama dan memerlukan modernisasi sistem keamanan.
Baca Juga : Puluhan Ikan Mati di Situ Plaza Cibinong Diduga Akibat Luka Usai Dipancing dan Dilepas Lagi
“Secara garis besar, memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Di Jawa saja ada 1.800 titik yang kondisinya serupa. Ini (infrastruktur) dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun. Kita akan selesaikan semua itu,” ujar Prabowo.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Presiden telah memerintahkan kementerian terkait untuk segera melakukan perbaikan teknis di lapangan. Adapun langkah-langkah yang akan diambil meliputi:
Perbaikan Fasilitas: Penambahan palang pintu otomatis dan rambu peringatan di titik-titik rawan.
Baca Juga : Buntut Kecelakaan Kereta Stasiun Bekasi Timur, Prabowo Subianto Akan Rombak Perlintasan Sebidang
Audit Keamanan: Evaluasi total terhadap 1.800 perlintasan di seluruh Pulau Jawa.
Optimalisasi Penjagaan: Koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan setiap perlintasan memiliki petugas jaga yang tersertifikasi.
“Saya sudah perintahkan, segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut agar keselamatan masyarakat lebih terjamin,” pungkasnya.










