Rekam24.com, Jakarta – Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019, Jenderal (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5/2026) siang.
Berdasarkan pesan singkat yang diterima, Ryamizard mengembuskan napas terakhirnya di ruang CICU RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 14.03 WIB akibat sakit. Beliau berpulang pada usia 76 tahun.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa pihak keluarga berencana menyemayamkan jenazah di rumah duka yang beralamat di Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1b, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Mengenai rencana pemakaman, Rico menyebut hal tersebut akan diinformasikan lebih lanjut.
Baca Juga : Melaju 120 Ribu Km/Jam, Ledakan Meteor di AS Setara 300 Ton TNT
Semasa hidupnya, Ryamizard dikenal sangat vokal dalam menyuarakan program Bela Negara. Program yang sempat memicu pro dan kontra saat pertama kali ia suarakan pada awal 2014 tersebut akhirnya berhasil ia golkan setelah sempat terencana selama 13 tahun. “Bela negara itu sangat penting,” tegas Ryamizard semasa hidupnya.
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, Ryamizard merupakan lulusan Akabri 1974. Ia lulus bersama sejumlah tokoh besar militer lainnya, termasuk Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin. Sebelum menjabat sebagai Menhan di periode pertama Presiden Joko Widodo, Ryamizard pernah menduduki posisi strategis sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada tahun 2002.









