Rekam24.com, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memastikan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh otoritas Israel dalam kondisi baik dan aman. Informasi tersebut diperoleh Dudung berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Kesembilan WNI tersebut merupakan bagian dari rombongan relawan Global Sumud Flotilla 2.0, yang di dalamnya termasuk empat orang jurnalis Indonesia.
Dudung menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketat kondisi para WNI selama masa penahanan. Ia juga menepis adanya kabar burung mengenai kekerasan fisik terhadap warga Indonesia.
Baca Juga : Gebrakan Thomas Tuchel: Foden, TAA, dan Cole Palmer Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026
“Kemarin saya dapat informasi dari Kemlu, jadi WNI kita diperlakukan dengan baik. Iya, termasuk para jurnalis juga baik (tidak mengalami penganiayaan),” ujar Dudung di Tangerang, Jumat (22/5/2026).
Kabar baiknya, proses diplomasi bergerak cepat. Dudung mengungkapkan bahwa kesembilan WNI tersebut kini telah dibebaskan oleh pihak Israel dan dijadwalkan segera tiba di Indonesia.
“Sudah dilepas oleh Israel. Kalau tidak hari ini, besok mungkin WNI sudah tiba di Tanah Air,” lanjutnya.
Baca Juga : Polres Bogor Ungkap 5 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, 11 Tersangka Diamankan
Pemerintah melalui Kemlu dan sejumlah lembaga negara terus berkoordinasi intensif dengan jaringan perwakilan di luar negeri untuk memastikan seluruh hak dan keselamatan WNI terlindungi sesuai situasi di lapangan.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal proses pemulangan ini hingga tuntas tanpa hambatan.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan dengan lancar,” tegas Sugiono.
Saat ini, kesembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan sudah berhasil keluar dari wilayah Israel dan telah tiba di Istanbul, Turkiye, pada Kamis waktu setempat. Dari Istanbul, mereka akan langsung melanjutkan penerbangan pulang menuju Indonesia dalam waktu dekat.









