Rekam24.com, Bogor – Proyek rekonstruksi dan perbaikan jalan yang terdampak longsor di Jalan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor resmi dimulai hari ini, Rabu (17/6/2026). Pekerjaan fisik ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender, atau sekitar lima bulan ke depan sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sub Rekonstruksi Perbaikan Jalan, Ade Subhan, menjelaskan bahwa pengerjaan di lapangan akan digarap bersama penyedia jasa yang telah ditunjuk. Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini diproyeksikan selesai pada pertengahan November mendatang.
“Pengerjaannya 150 hari kalender, atau 5 bulan pekerjaan. Mulai hari ini, dari SPMK per tanggal 17 Juni hingga 14 November 2026,” ujar Ade.
Baca Juga :Â Longsor di Kebon Pedes Bogor Mulai Diperbaiki, Anggaran Yang Disiapkan Rp 5,4 Milliar Dari Pemprov
Kabar baik bagi pengguna jalan, pihak pelaksana memastikan tidak ada penutupan jalan secara total setiap harinya selama masa konstruksi. Pengalihan arus kendaraan hanya akan dilakukan secara situasional saat kondisi lapangan benar-benar mendesak.
Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak proyek terus berkoordinasi erat dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat.
“Betul, sifatnya kondisional. Nanti ketika situasi di lapangan memang mengharuskan arus ditutup, kita langsung koordinasi dengan Dishub dan Polsek untuk pengalihan arus. Jadi tidak setiap hari ditutup,” tegas Ade.
Baca Juga :Â Panggung Para Raja: Duel Mbappe, Haaland, dan Messi Warnai Matchday Piala Dunia 2026 Besok
Berdasarkan data teknis, area yang longsor ini tergolong masif dengan kontur yang cukup curam:
Tinggi longsoran: Mencapai lebih dari 8 meter.
Area longsor eksisting: Berkisar antara 15–18 meter.
Total target penanganan: Sepanjang 63 meter (mencakup penguatan di sekitar titik longsor).
Seiring dimulainya proyek perbaikan ini, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Pengendara juga diminta mengantisipasi perubahan arus lalu lintas yang sewaktu-waktu bisa diberlakukan demi kelancaran dan keselamatan bersama. (May)
Poin-poin yang diperbaiki:
Struktur Kalimat: Dibuat lebih ringkas agar tidak monoton (khususnya pada bagian data teknis yang diubah menjadi bentuk bullet points agar lebih scannable).
Repetisi: Menghilangkan pengulangan kalimat “Rabu (17/6/2026)” yang sempat tertulis ganda di draf awal.
Keterbacaan: Memisahkan teks menjadi beberapa sub-heading agar pembaca langsung mendapatkan poin penting terkait penutupan jalan dan detail proyek.





![Siswa menerima MBG yang dibagikan guru di sekolah, Foto/[Instagram/@badangizinasional.ri] Siswa menerima MBG yang dibagikan guru di sekolah, Foto/[Instagram/@badangizinasional.ri]](https://rekam24.com/wp-content/uploads/2026/06/mbg-bgn-ig-081220251-300x178.webp)


