Tak Disangka! Ampas Kopi Ternyata Bisa Bersihkan Limbah Peternakan, Ini Temuan Penelitinya

Peneliti berhasil mengolah ampas kopi menjadi biochar penyaring limbah cair peternakan. Simak efisiensi penyerapan amonium dan fosfatnya

Rekam24.com, Jakarta – Ampas kopi yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi biochar yang efektif menyerap zat pencemar dari limbah cair peternakan. Temuan terbaru para peneliti menunjukkan material berbasis ampas kopi tersebut mampu mengurangi kandungan fosfat hingga 88,82 persen, sehingga berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah peternakan.

Limbah cair dari aktivitas peternakan, khususnya peternakan babi, selama ini menjadi salah satu sumber pencemaran lingkungan. Kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi dapat memicu eutrofikasi, yaitu kondisi ketika pertumbuhan alga terjadi secara berlebihan sehingga mengurangi kadar oksigen di perairan dan mengancam kelangsungan hidup ekosistem.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim peneliti menghadirkan inovasi biochar berbahan dasar ampas kopi yang diperkaya dengan magnesium klorida (MgCl₂). Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Evergreen sebagai salah satu alternatif teknologi hijau yang memanfaatkan limbah organik menjadi material bernilai tambah.

Baca Juga : Pemkab Bogor Segel Perusahaan Yang Cemari Lingkungan dan Belum Miliki PBG

Dalam proses pembuatannya, ampas kopi terlebih dahulu dicampur dengan larutan magnesium klorida, kemudian dipanaskan menggunakan metode pirolisis, yakni proses pembakaran pada suhu tinggi tanpa oksigen. Teknik ini menghasilkan biochar berpori yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap berbagai zat pencemar di dalam limbah cair.

Para peneliti menguji sejumlah variasi konsentrasi magnesium klorida, suhu pemanasan antara 500 hingga 700 derajat Celsius, serta waktu pembakaran selama 30 hingga 180 menit. Dari seluruh pengujian tersebut, formulasi terbaik diperoleh pada sampel berkode M 2/650/30, yaitu biochar dengan konsentrasi magnesium klorida 2 persen yang diproses pada suhu 650 derajat Celsius selama 30 menit.

Ketika diaplikasikan pada limbah cair peternakan babi, biochar berbahan ampas kopi tersebut menunjukkan kemampuan penyaringan yang cukup tinggi. Material ini mampu menyerap kandungan fosfat hingga 88,82 persen dan amonium sebesar 66,53 persen. Selain itu, kadar total nitrogen dan fosfor dalam limbah juga mengalami penurunan yang signifikan.

Baca Juga : Ubah Sampah Jadi Energi, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi: PSEL Bantar Gebang adalah Legacy untuk Masa Depan

Hasil penelitian ini membuka peluang pemanfaatan ampas kopi yang selama ini hanya berakhir sebagai sampah menjadi bahan penyerap pencemar dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Inovasi tersebut dinilai tidak hanya mampu membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan, tetapi juga mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah organik.

Dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh dan biaya produksi yang relatif rendah, biochar dari ampas kopi berpotensi menjadi alternatif teknologi ramah lingkungan untuk mendukung pengelolaan limbah peternakan yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *