Jakarta, 16 Agustus 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pukul 07.30 WIB, Sabtu (15/8/2026), setelah gempa bumi tektonik berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 04.58 WIB.
Gempa dangkal kedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust (sesar naik busur belakang Flores) dengan mekanisme thrust fault. Episenter berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau sekitar 30 km timur laut Nagekeo (Mbay), NTT.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menegaskan, “BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak.”
Tsunami Terdeteksi di 10 Titik, Tertinggi 0,94 Meter
Stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di sejumlah lokasi (data observasi):
- Sikka: 0,20 m (05.03 WIB)
- Pelabuhan Kewapante-Sikka: 0,38 m (05.16 WIB)
- Flores Timur: 0,25 m (05.24 WIB)
- Labuan Bajo: 0,36 m (05.26 WIB)
- Maurole-Ende: 0,94 m (05.27 WIB) — tertinggi
- Dompu: 0,17 m (05.29 WIB)
- Bakalang-Alor: 0,14 m (05.41 WIB)
- Baubau: 0,30 m (05.47 WIB)
- Bulukumba: 0,54 m (05.58 WIB)
- Kolaka: 0,23 m (06.27 WIB)
Peringatan dini tsunami pertama dikeluarkan hanya 2 menit 16 detik setelah gempa (pukul 05.00 WIB), disusul pembaruan berturut-turut hingga pengakhiran pukul 07.30 WIB.
Intensitas Guncangan & Dampak Awal
Menurut peta shakemap BMKG:
- VII MMI (orang keluar rumah, kerusakan ringan-sedang): Aesesa (Nagekeo), Riung (Ngada), Kota Mbay.
- VI MMI (semua terkejut, lari keluar): Wolowae (Nagekeo), Kota Bajawa.
- V MMI: Kota Ende, Borong, Ruteng.
Kerusakan dilaporkan di Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo (termasuk fasilitas pelabuhan dan Hotel Jayakarta Bajo). Tim BMKG langsung diterjunkan untuk survei kerusakan menyeluruh.
Gempa Susulan Masih Aktif: Ratusan Kali Tercatat
Hingga malam 15 Agustus, BMKG mencatat ratusan gempa susulan (setelah 37 kali di pagi hari dengan magnitudo M3,6–M6,2). Update terbaru hingga Minggu pagi (16/8) mencapai 686 kali susulan (magnitudo terbesar M6,2, 16 di antaranya >M5, 38 dirasakan masyarakat). Proses peluruhan alami diperkirakan 2–3 minggu.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan potensi maksimum di zona ini mencapai M7,8–M7,9. “Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7,5 yang menimbulkan kerusakan dan tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi.”
Update Korban & Respons BNPB
Data sementara BNPB (hingga Sabtu malam 15/8) mencatat 47 orang meninggal dunia (sebaran utama: Manggarai 24, Manggarai Timur 17, Sikka 3, dan lainnya), ratusan rumah rusak (157 berat, 41 sedang, 148 ringan), serta kerusakan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah. Ribuan warga mengungsi. Data terus diverifikasi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB Berton SP. Panjaitan menekankan prioritas keselamatan masyarakat dan pencegahan korban tambahan.
Imbauan Resmi BMKG: Tetap Tenang, Waspada, Jauhi Hoaks
Nelly Florida Riama menyampaikan keprihatinan mendalam: “Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG.”
Saran praktis untuk masyarakat:
- Jauhi dan periksa bangunan yang retak atau rusak struktur.
- Tingkatkan kewaspadaan terhadap gempa susulan.
- Verifikasi informasi hanya dari kanal resmi BMKG: Instagram/X @infoBMKG, situs bmkg.go.id / inatews.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG atau WRS-BMKG.
BMKG terus memonitor gempa susulan dan tinggi muka laut secara real-time. Ikuti update resmi untuk informasi akurat dan terhindar dari hoaks.
Sumber resmi: Siaran pers BMKG & update BNPB. Pantau terus perkembangan terkini melalui kanal terverifikasi.
Jakarta, 15 Agustus 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB, setelah gempa bumi tektonik M7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8) pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan BMKG mengidentifikasi bahwa gempa bumi dangkal berkedalaman 15 km ini bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Hasil analisis pemutakhiran parameter menunjukkan episenter gempa bumi berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Nelly di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu (15/8). Lebih lanjut stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di sepuluh titik pesisir, antara lain: Sikka: Ketinggian 0,20 meter (pukul 05.03 WIB); Pelabuhan Kewapante-Sikka: Ketinggian 0,38 meter (pukul 05.16 WIB); Flores Timur: Ketinggian 0,25 meter (pukul 05.24 WIB); Labuan Bajo: Ketinggian 0,36 meter (pukul 05.26 WIB); Maurole-Ende: Ketinggian 0,94 meter (pukul 05.27 WIB); Dompu: Ketinggian 0,17 meter (pukul 05.29 WIB); Bakalang-Alor: Ketinggian 0,14 meter (pukul 05.41 WIB); Baubau: Ketinggian 0,30 meter (pukul 05.47 WIB); Bulukumba: Ketinggian 0,54 meter (pukul 05.58 WIB); dan Kolaka: Ketinggian 0,23 meter (pukul 06.27 WIB) Di sisi lain, masyarakat merasakan dampak guncangan gempa tersebut dalam beberapa tingkat skala intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI). Skala V MMI (membangunkan banyak orang tidur dan terasa oleh hampir semua penduduk): berdampak pada masyarakat di Kota Ende, Kota Borong, serta Kota Ruteng dan Skala VI MMI (mengejutkan semua penduduk hingga berlari keluar): berdampak pada masyarakat di Wolowae (Kabupaten Nagekeo) dan Kota Bajawa. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mendeteksi sebanyak 37 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo M3,6 hingga M6,2, di mana masyarakat merasakan 1 gempa bumi di antaranya.
“Di busur belakang Flores ini terdapat potensi gempa maksimum M7.8 hingga M7.9. Berdasarkan catatan sejarah, gempa serupa pernah terjadi pada tahun 1992 dengan kekuatan M7.5 yang menimbulkan kerusakan dan terjadi tsunami. Setelah hampir 30 tahun, pelepasan energi besar kembali terjadi di busur belakang Flores,” terang Wijayanto. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, memaparkan hasil pemantauan awal Stasiun Geofisika Kupang serta koordinasi dengan BPBD setempat terkait dampak skala intensitas gempa. Hasilnya, guncangan gempa merobohkan beberapa bagian tembok rumah sederhana di wilayah Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo.
Selain itu, gempa juga merusak fasilitas Pelabuhan Maumere dan bangunan Hotel Jayakarta Bajo. “Tim BMKG mulai hari ini diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan survei kerusakan secara menyeluruh,” tambahnya. Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP. Panjaitan, menyampaikan bahwa prioritas utama BNPB saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah adanya korban tambahan dari bahaya pascagempa. “Data terbaru yang masuk mengonfirmasi ada dua orang yang meninggal dunia. Informasi ini terus kami pantau dan verifikasi bersama BMKG, BPBD, Pemda, serta unsur terkait agar dapat mengeluarkan data resmi mengenai total kerusakan dan korban jiwa,” ujar Berton.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam atas dampak musibah ini dan mengonfirmasi berakhirnya status peringatan dini tsunami. “Peringatan dini tsunami sudah dinyatakan berakhir, namun gempa susulan masih terus terjadi. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, serta selalu memperbarui informasi dari saluran resmi BMKG,” tutur Nelly. Berdasarkan kejadian ini, BMKG terus memonitor perkembangan gempa bumi susulan serta dinamika tinggi muka laut secara real-time. BMKG menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring setiap informasi agar terhindar dari isu atau hoaks yang beredar.
BMKG juga mengimbau warga agar menjauhi serta memeriksa kondisi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan struktur akibat guncangan gempa, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi susulan. Untuk mendapatkan informasi akurat, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi resmi melalui kanal komunikasi terverifikasi BMKG di akun Instagram/X @infoBMKG, situs resmi http://www.bmkg.go.id / inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi ponsel InfoBMKG atau WRS-BMKG. Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Instagram: @InfoBMKG X: @InfoHumasBMKG & @InfoBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG
(ARV/RED)








