Rekam24.com, Lampung – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) malam. Kementerian Kehutanan memastikan populasi Gajah Sumatra, baik yang hidup liar maupun berada di Pusat Konservasi Gajah, dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung kebakaran.
Kebakaran terjadi di kawasan Resor Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan seluruh kelompok gajah yang berada di kawasan tersebut masih dalam kondisi aman.
Ristianto menjelaskan, berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok Gajah Sumatra liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran.
Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak langsung oleh api.
Baca Juga :Â Kebakaran Lahan Meluas di Klapanunggal, Diduga Akibat Pembakaran Rumput
Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pengawasan intensif terhadap pergerakan satwa dan kondisi lingkungan di sekitar kawasan untuk memastikan keselamatan ekosistem.
Kepolisian Daerah Lampung turut mengonfirmasi bahwa proses pemadaman dilakukan melalui koordinasi tim gabungan.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, kondisi medan yang sulit dijangkau serta hembusan angin kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk menangani titik api di lokasi.
Proses pemadaman berlangsung secara intensif hingga api dinyatakan padam pada Sabtu malam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan upaya pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Baca Juga :Â Lahan Kering di Pamoyanan Bogor Terbakar, Api Terus Menjalar di Gunung Wangun
Kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/8/2026).
Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 673 hektare. Namun, angka tersebut masih merupakan taksiran sementara dan masih menunggu proses verifikasi faktual di lapangan.
Penanganan kebakaran melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur, antara lain Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, hingga Masyarakat Peduli Api.
Baca Juga :Â Musim Kemarau, Damkar Catat 34 Kebakaran di Kabupaten Bogor, Warga Diminta Waspada
Petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Kondisi tanah gambut, akses menuju lokasi yang terisolasi, serta terbatasnya pasokan air di sekitar titik kebakaran menjadi tantangan utama.
Sejumlah personel bahkan harus menempuh perjalanan melalui jalur darat dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi titik api.
Penanganan di lapangan dipantau oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Balai TNWK, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala BPBD Lampung Timur.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, penanganan belum sepenuhnya berakhir. Tim gabungan masih melakukan pendinginan atau cooling down serta pemantauan berkala di kawasan terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api atau hotspot, terutama karena karakteristik lahan gambut yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran susulan.
Dengan kondisi tersebut, pengawasan kawasan Taman Nasional Way Kambas akan terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali meluas sekaligus menjaga keselamatan satwa dan ekosistem di dalam kawasan konservasi.








