BGN Imbau Siswa Tak Bawa Pulang Makanan MBG untuk Cegah Risiko Keracunan

BGN mengimbau siswa tidak membawa pulang makanan MBG. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan dan mencegah risiko keracunan.

Rekam24.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau seluruh peserta didik untuk menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tempat dan waktu yang telah ditentukan. Siswa juga diminta tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah demi menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, makanan MBG yang dibawa pulang berisiko mengalami penurunan mutu karena proses penyimpanan setelah keluar dari pengawasan penyelenggara tidak dapat dipastikan.

“Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,” ujar Sudaryono, Senin (10/8/2026), dikutip dari laman BGN.

Baca Juga : Baru Dua Hari Menjabat, Kepala BGN Sidak Dapur MBG di Bogor, Tegaskan Bisa Ditutup Jika Tak Penuhi Standar

Menurut Sudaryono, kondisi makanan setelah dibawa pulang sangat bergantung pada cara dan tempat penyimpanannya. Jika tidak disimpan dengan baik dan dikonsumsi setelah kualitasnya menurun, makanan tersebut dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan.

BGN juga menemukan adanya kasus ketika orang tua siswa ikut mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi sisa makanan MBG yang dibawa anaknya pulang dari sekolah.

“Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi. Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,” kata Sudaryono.

Baca Juga : Salurkan MBG, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara bersiap Siapkan Generasi Emas 2045

BGN menegaskan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat. Keamanan makanan yang dikonsumsi siswa juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Karena itu, BGN meminta pihak sekolah turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan.

“Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,” tegas Sudaryono.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya BGN menjaga kualitas makanan sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat makanan MBG yang penyimpanannya sudah berada di luar pengawasan penyelenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *