Kepala Bappisus Minta Seluruh Lapas Dibersihkan, Investigasi Temuan Ombudsman Ditargetkan Sepekan

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI, Aries Marsudiyanto saat mengunjungi lapas Cibinong, Foto/Rama
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI, Aries Marsudiyanto saat mengunjungi lapas Cibinong, Foto/Rama

Rekam24.com, Bogor – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) RI, Aries Marsudiyanto, meminta seluruh kepala lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia memperketat pengawasan terhadap seluruh aktivitas dan fasilitas di dalam lapas.

Hal itu disampaikan Aries saat meninjau sejumlah fasilitas di lingkungan lapas kelas IIA Cibinong.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, setiap ruangan di dalam lapas harus digunakan sesuai dengan ketentuan dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan transaksional.

“Apapun bentuknya, ruangan itu bila dipakai untuk hal-hal yang menyimpang aturan, kita akan awasi dan tegakkan. Kita sudah koordinasi dengan Pak Menteri. Ini merupakan kesempatan yang bagus untuk kita membersihkan seluruh lapas,” kata Aries.

Baca Juga : Fasilitas Mewah Bak Vila di Lapas Cibinong Disorot DPR, Dasco Minta Komisi XIII Turun Tangan

Aries meminta seluruh kepala lapas di Indonesia melakukan pengawasan secara menyeluruh, termasuk terhadap bawahannya.

“Oleh karena itu, kembali lagi untuk seluruh kepala lapas se-Indonesia, saya minta dibersihkan seluruh kegiatan di lapas. Awasi anak buah, kontrol anak buah, jangan sampai tempat di lapas digunakan untuk segala macam kepentingan pribadi dan transaksional,” ujarnya.

Ia juga menyatakan pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapas. Jika ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban.

Terkait temuan Ombudsman mengenai sejumlah fasilitas dan barang yang sebelumnya terlihat di dalam sebuah ruangan namun kini sudah tidak ada, Aries mengatakan hal tersebut masih dalam tahap investigasi.

“Nanti kita investigasi. Kalau ada sesuatu yang tidak benar, itu dilakukan oleh siapa, kita akan tindak,” katanya.

Baca Juga : Soal Rumah Mewah di Lapas Cibinong, Kanwil Ditjenpas Jabar: Itu Rumah Dinas Jabatan

Aries menegaskan proses investigasi harus dilakukan secara objektif. Ia meminta semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta diperiksa.

“Kita juga harus jangan sampai dipenuhi dengan rasa curiga. Kita harus objektif. Investigasi itu ada asas praduga tak bersalah, kita junjung juga. Namun kita profesional,” ucapnya.

Menurut Aries, pihaknya sejak awal telah memberikan peringatan kepada kepala lapas terkait tanggung jawab dalam mengawasi seluruh aktivitas di dalam lapas.

“Dari awal kita sudah warning ke Kalapas, sampai tingkat mana harus bertanggung jawab. Beliau harus siap juga,” ujarnya.

Aries juga menanggapi adanya perbedaan kondisi ruangan antara saat diperiksa Ombudsman dengan kondisi saat ini. Menurut dia, perbedaan tersebut justru menjadi bagian yang harus ditelusuri dalam proses investigasi.

Baca Juga : Ditjen PAS Dalami Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Mulai Dugaan Miras hingga Pungli

“Makanya itu gunanya investigasi. Sesuatu mana yang berubah, mana yang tidak. Itu kan kita bukan orang yang tidak pengalaman. Itu gunanya investigasi,” katanya.

Ia menyebut setiap temuan akan ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah perubahan tersebut terjadi karena ketidaktahuan petugas atau memang dilakukan dengan sengaja.

“Setiap saat itu ada kejadian, ada case, yang enggak benar kita benerin. Kadang-kadang orang di bawah itu enggak tahu, atau memang disengaja. Nanti kita investigasi hasilnya apa, nanti tunggu saja. Ada Pak Dirjen, ada lapas, juga kementerian, nanti akan kita tindaklanjuti,” tutur Aries.

Ketika ditanya apakah pihaknya sudah mengetahui pihak yang diduga melakukan kesalahan, Aries memilih tidak mendahului hasil investigasi.

“Nanti beliau yang menyampaikan. Saya tidak mau mendahului,” katanya.

Begitu pula ketika ditanya mengenai indikasi pola dari temuan Ombudsman, Aries mengatakan pihaknya masih akan memeriksa lebih lanjut fungsi ruangan-ruangan yang menjadi sorotan.

“Nanti kita lihat. Artinya, kalau ruangan begitu banyak, apakah mereka sedang melakukan kegiatan Asimilasi dan Edukasi, nanti akan kami lihat,” ujarnya.

Aries memastikan proses investigasi memiliki tenggat waktu. Ia menargetkan hasil pemeriksaan dapat diketahui paling lambat dalam waktu satu pekan.

“Pasti. Saya sampaikan, lebih cepat lebih baik. Seminggu paling lama, minggu depan akan ada hasil,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa investigasi harus menghasilkan kesimpulan yang jelas dan menjadi dasar tindak lanjut.

“Investigasi harus ada hasilnya. Kalau tidak ada hasilnya, enggak kerja, jadi enggak boleh,” kata Aries.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *