Rekam24, Kabupaten Bogor – Kebakaran TPA Galuga Bogor – Upaya Pemadaman Intensif, Evakuasi Warga & Pemulung, serta Dampak Pelayanan Sampah
Kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih dalam penanganan hingga Selasa (8/9/2026) siang. Api yang sudah berlangsung lebih dari 16 jam sejak Senin sore belum sepenuhnya padam, meskipun sebagian besar sudah terkendali.
Kronologi Lengkap
Kebakaran bermula Senin (7/9) sekitar pukul 16.00–17.00 WIB di lahan pertanian atau ladang yang bersebelahan dengan TPA. Bukan dari timbunan sampah aktif. Angin kencang dan kondisi lahan kering membuat api cepat merambat ke area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan.
Menjelang tengah malam, kobaran api membesar dan menghasilkan asap tebal yang membubung tinggi. Titik api berada di ujung paling belakang kawasan TPA yang luasnya puluhan hektare, sehingga sulit dijangkau armada darat. Baru sekitar pukul 03.30 WIB dini hari Selasa, kondisi api mulai terkendali. Namun hingga pagi hari, masih tersisa sejumlah titik api yang harus dituntaskan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang langsung meninjau lokasi menegaskan: “Kebakarannya tepatnya bukan di tempat pembuangan sampah, tetapi di area ladang atau lahan pertanian yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Galuga.”
Tantangan Pemadaman
Akses menjadi kendala utama. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke titik api. Petugas harus menyambungkan selang sepanjang 400–500 meter, akibatnya tekanan air berkurang signifikan saat mencapai sasaran. Untuk mengatasi hal ini, petugas membuat parit pembatas antara lahan pertanian dan area TPA agar api tidak menjalar ke timbunan sampah aktif.
Lebih dari 100 personel gabungan dikerahkan, termasuk dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten serta Kota Bogor (sekitar delapan unit mobil), BPBD, TNI, dan Polres Bogor yang mengerahkan kendaraan water cannon.
Untuk mempercepat pemadaman, TNI Angkatan Udara dari Lanud Atang Sendjaja menerjunkan helikopter water bombing. Satu sortie membawa hampir 3 ton air (sekitar 2.950 liter) yang dicurahkan langsung ke titik api. Sumber air diambil dari Setu Rancak. Menurut Danlanud Atang Senjaya, metode ini sangat efektif karena air jatuh langsung dari udara ke sasaran.
Evakuasi dan Keselamatan Warga
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade) menekankan prioritas utama adalah keselamatan masyarakat. Ia meminta petugas menyisir dan mengevakuasi sementara warga serta pemulung yang biasa beraktivitas di sekitar TPA.
“Yang harus diutamakan oleh kita juga setelah keselamatan masyarakat, keselamatan warga, karena banyak juga pemulung-pemulung, itu harus disisir. Itu harus betul-betul oleh petugas, steril dikosongkan, mereka untuk kembali ke rumahnya dulu,” ujar Jaro Ade. Ia juga mengimbau warga yang rumahnya dekat dengan area kebakaran untuk menjauh sementara.
Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.
Dampak Pelayanan Sampah
Akibat kebakaran, pelayanan TPA Galuga ditutup sementara selama satu hari penuh (Selasa, 8 September 2026). Bupati Rudy meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor. Penutupan dilakukan agar seluruh akses jalan bisa dimaksimalkan untuk distribusi air dan mobilisasi tim pemadam.
Pemerintah Kota Bogor merespons dengan mengendapkan sementara sampah yang sudah diangkut. Pengangkutan tetap berjalan, namun sampah belum dibuang ke TPA hingga pelayanan kembali normal.
Luas lahan yang terbakar masih dihitung melalui pemantauan drone oleh Dinas Lingkungan Hidup. Penyebab pasti kebakaran belum disimpulkan karena fokus petugas masih pada pemadaman agar api tidak semakin meluas.
Petugas terus berjibaku hingga siang hari ini. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas terkait evakuasi sementara di sekitar lokasi.





