Pemkot Bogor, KAI dan Gojek Sepakati MoU Penataan Stasiun Bogor, Begini Rencana Kawasannya

Kondisi Stasiun Bogor, Foto/Maya Melina
Kondisi Stasiun Bogor, Foto/Maya Melina

Rekam24.com, Bogor – Kawasan Stasiun Bogor akan ditata dan dikembangkan menjadi kawasan transportasi yang lebih terintegrasi. Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Gojek pada Senin (7/9/2026).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengurai kemacetan di sekitar stasiun, menata pedagang kaki lima (PKL), memperbaiki akses pejalan kaki, sekaligus mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik di pusat Kota Bogor.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penataan kawasan Stasiun Bogor membutuhkan kesamaan visi antara pemerintah daerah, PT KAI, dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga : Bersuara Vol. 1 Digelar di Kebun Raya Bogor, Hadirkan Hanin Dhiya hingga Difki Khalif

Menurut Dedie, kawasan yang sejak masa kolonial dikenal sebagai Taman Wilhelmina itu telah mengalami berbagai perubahan fungsi. Kawasan tersebut pernah menjadi pangkalan delman, terminal bus, hingga kawasan yang dipadati angkutan kota.

“Visinya sekarang sudah sama. Kawasan ini memang sejarahnya panjang, dari pangkalan delman tahun 70-an, berkembang jadi terminal angkot, sampai jumlah angkot tidak terkendali. Hari ini penataan harus kita jalankan,” ujar Dedie.

Sebagai bagian dari penataan, Pemkot Bogor berencana menghubungkan akses pedestrian dari Alun-Alun Kota Bogor menuju Jalan Nyi Raja Permas hingga Balai Kota.

Pemkot juga menyiapkan penataan Zona B di Jalan Dewi Sartika dengan membuka ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka publik.

Baca Juga : Presiden Prabowo Subianto Pantau Ketat Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Instruksikan Seluruh Jajaran Siaga – Masyarakat Diminta Tetap Tenang tapi Waspada

Dedie menyebut, setelah Jalan Dewi Sartika ditata sebagai salah satu jalan protokol kota, kawasan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

“Setelah Jalan Dewi Sartika ditata menjadi jalan protokol kota, lokasinya bisa dimanfaatkan untuk car free day, pertunjukan, atau helaran budaya,” katanya.

Selain ruang publik, penataan juga menyasar keberadaan PKL di sekitar kawasan stasiun.

Baca Juga : Pemkot Bogor Terapkan PJJ Jenjang TK-SMP Mulai Senin Besok, Utamakan Keselamatan Siswa

PKL nantinya akan diarahkan ke area hanggar di belakang Masjid Agung sehingga aktivitas perdagangan dapat lebih tertata dan tidak mengganggu akses masyarakat maupun lalu lintas.

Penataan kawasan Stasiun Bogor juga mencakup aspek keselamatan dan kelancaran pergerakan masyarakat.

Salah satunya melalui rencana penutupan perlintasan sebidang di Jalan M.A. Salmun yang nantinya akan digantikan dengan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Pemkot Bogor juga akan menyelaraskan akses menuju Stasiun Bogor dengan rencana pengembangan transportasi publik di masa mendatang, termasuk Trem Pakuan, Bus Kita Trans Pakuan, serta penambahan koridor transportasi.

Baca Juga : Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Jenal Mutaqin Imbau Warga Bogor Pakai Masker

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan konektivitas antarmoda sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan setelah menggunakan KRL.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengatakan pengembangan kawasan Stasiun Bogor mengusung tiga konsep utama, yakni konektivitas, identitas, dan spasialitas.

Menurut Bobby, jumlah pengguna Stasiun Bogor saat ini telah mencapai sekitar 130.000 penumpang per hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 100.000 penumpang per hari.

“Stasiun Bogor ini dibentuk tahun 1881 dan sudah berusia sekitar 140 tahun. Ini situs heritage. Revitalisasi tidak akan menghilangkan unsur sejarahnya, justru kita perkuat layaknya Stasiun Central di Amsterdam,” kata Bobby.

PT KAI juga melakukan peningkatan fasilitas stasiun secara bertahap.

Perpanjangan Peron 6, 7, dan 8 dilakukan untuk mendukung pelayanan rangkaian KRL SF12 sekaligus meningkatkan kapasitas angkut hingga 30 persen.

Sementara itu, kanopi di Peron 4 dan 5 dipasang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, terutama ketika menunggu kereta dalam kondisi hujan.

Dari sisi keselamatan, fasilitas passenger crossing juga akan dihilangkan. Akses penyeberangan penumpang antarlintas rel nantinya dialihkan melalui concourse atas.

Fasilitas parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat juga akan ditata kembali oleh anak perusahaan PT KAI.

Kolaborasi penataan kawasan Stasiun Bogor juga melibatkan Gojek untuk mendukung integrasi transportasi dan mengatur ruang jemput kendaraan daring.

Chief of Partnership GoTo, Henky Prihatna, menyambut positif penataan kawasan Stasiun Bogor yang mengedepankan integrasi antarmoda.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus membuat aktivitas penjemputan penumpang lebih tertib.

“Sejak 2022 kami sudah berkolaborasi lewat fitur GoTransit. Di Stasiun Bogor ini, kami memperluas titik jemput GoRide dan GoCar Instan,” ujar Henky.

Ia mengatakan integrasi tersebut diharapkan memudahkan pengguna KRL untuk melanjutkan perjalanan setelah tiba di Stasiun Bogor. Di sisi lain, penataan ruang jemput juga membuka peluang aktivitas ekonomi bagi mitra pengemudi.

Penataan kawasan Stasiun Bogor tidak dilakukan dalam waktu singkat. Pemerintah Kota Bogor bersama PT KAI dan pihak terkait menargetkan proses pengembangan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat tahun ke depan.

Penataan tersebut diharapkan tidak hanya mengurai persoalan kemacetan dan aktivitas transportasi di sekitar stasiun, tetapi juga memperkuat kawasan Stasiun Bogor sebagai pusat aktivitas ekonomi, ruang publik, kawasan bersejarah, dan simpul transportasi terpadu di Kota Bogor.

Dengan meningkatnya jumlah pengguna stasiun setiap hari, penataan kawasan tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk menyesuaikan fasilitas transportasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Kota Bogor dan wilayah sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *