KM Virgo Transport 8 Miring di Masalembo, Duka Lama di “Segitiga Bermuda” Indonesia Terulang

Kecelakaan yang menimpa KM Virgo Transport 8 kembali mengungkit ingatan publik pada reputasi kelam perairan yang menghubungkan Laut Jawa dan Selat Makassar ini. Sering dijuluki sebagai "Segitiga Bermuda, Foto/Isitmewa
Kecelakaan yang menimpa KM Virgo Transport 8 kembali mengungkit ingatan publik pada reputasi kelam perairan yang menghubungkan Laut Jawa dan Selat Makassar ini. Sering dijuluki sebagai "Segitiga Bermuda, Foto/Isitmewa

Rekam24.com, Banjarmasin – Duka transportasi laut kembali membayangi Perairan Masalembo. Kapal penumpang jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro), KM Virgo Transport 8, mengalami kemiringan parah hingga hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Kapal berbobot 8.540 GT milik PT Virgo Karya Shipping tersebut tengah berlayar membawa ratusan penumpang dan 30 anak buah kapal (ABK) dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Laporan sementara Kementerian Perhubungan hingga Minggu siang mencatat 115 orang berhasil dievakuasi selamat. Musibah ini menelan satu korban jiwa, sementara satu korban lain mengalami luka-luka dan sedang mendapat perawatan intensif.

Proses evakuasi terus dilakukan secara kolaboratif oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Banjarmasin, Syahbandar, Pelindo, Distrik Navigasi Banjarmasin, serta bantuan dari kapal-kapal melintas. Penyebab pasti kemiringan kapal masih dalam proses investigasi.

Baca Juga : Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS Bandung, Seniman Tasikmalaya Dimakamkan di Kampung Halaman

Antara Mitos “Segitiga Bermuda” dan Realitas Keselamatan

Kecelakaan yang menimpa KM Virgo Transport 8 kembali mengungkit ingatan publik pada reputasi kelam perairan yang menghubungkan Laut Jawa dan Selat Makassar ini. Sering dijuluki sebagai “Segitiga Bermuda Indonesia”, Masalembo kerap dikaitkan dengan deretan insiden maut.

Namun, apakah murni karena faktor anomali misterius, ataukah memang ada penjelasan ilmiah terkait kondisi alam dan kelalaian standar keselamatan?

Rekam Jejak Tragedi di Kawasan Masalembo

1. Tragedi KMP Tampomas II (1981)
Tragedi pada 27 Januari 1981 ini menjadi titik awal melekatnya aura mistis di Masalembo. Kapal Pelni rute Jakarta–Ujung Pandang (Makassar) tersebut terbakar dan karam, merenggut ratusan nyawa serta menjadi salah satu bencana maritim terburuk dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga : Chrome 152.0.7977.82 Resmi Dirilis, Perbaiki 12 Celah Keamanan Termasuk CVE-2026-85046

2. Tenggelamnya KM Senopati Nusantara (2006)
Berlayar dari Kumai menuju Semarang dengan mengangkut sekitar 628 orang, kapal ini dihantam cuaca ekstrem dan gelombang tinggi hingga hilang keseimbangan. Meski sering dikaitkan dengan Masalembo, titik kecelakaan sebenarnya berada di dekat Pulau Mandalika, kawasan Karimunjawa.

3. Jatuhnya Adam Air Penerbangan 574 (2007)
Pesawat rute Surabaya–Manado ini hilang kontak pada 1 Januari 2007 dan menewaskan seluruh 102 orang di dalamnya. Hasil investigasi KNKT menunjuk pada spatial disorientation pilot saat merespons gangguan alat navigasi. Titik jatuhnya berada di Selat Makassar, bukan tepat di perairan Masalembo.

4. Rentetan Tiga Kapal Tenggelam (2007)
Berdasarkan Jurnal Sainttek Maritim, tiga kapal – KM Mutiara Indah (19 Juli), KM Fajar Mas (27 Juli), dan KM Sumber Awal (16 Agustus) dilaporkan tenggelam dalam rentang waktu yang berdekatan. Walau memperkuat citra berbahaya kawasan ini, belum ada data resmi yang membuktikan ketiganya dipicu oleh fenomena alam yang sama.

5. Karamnya Kapal Kargo (2008)
Catatan jurnal maritim juga menyebutkan adanya kapal kargo yang karam pada 8 Juli 2008. Namun, karena ketiadaan data detail mengenai rincian muatan maupun penyebabnya, peristiwa ini tidak bisa disimpulkan sebagai bukti anomali mistis.

6. Musibah KM Teratai Prima (2009)
Tenggelam di Perairan Tanjung Batu Roro pada 11 Januari 2009 saat membawa 365 orang dan 443 ton muatan. Investigasi KNKT mengungkapkan bahwa kelebihan muatan (overloading) berpadu dengan gelombang setinggi 3-4 meter menghancurkan stabilitas kapal. Temuan juga menyoroti kelemahan pada standar keselamatan dan kelayakan armada.

7. Kebakaran KMP Mutiara Sentosa I (2017)
Pada 19 Mei 2017, api melahap kapal ini di sebelah timur Pulau Masalembu. Kobaran api dipicu dari dek kendaraan dan gagal dikendalikan ABK. Meskipun mayoritas penumpang berhasil diselamatkan, lima orang tewas dan kapal akhirnya kandas setelah mengalami kerusakan parah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *