Danantara Mulai Bangun PSEL Bogor Raya 1 di Galuga, Investasi Rp2,8 Triliun

peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Foto/Diskominfo Kota Bogor
peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Foto/Diskominfo Kota Bogor

Rekam24.com, Bogor – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama pemerintah mulai membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun dan ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun. Energi hijau yang dihasilkan nantinya diproyeksikan dapat menyuplai kebutuhan listrik lebih dari 100.000 rumah di wilayah Bogor Raya.

Bacaan Lainnya

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 ditandai dengan peletakan batu pertama serta penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada Kamis (17/9/2026).

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan proyek tersebut memasuki tahapan penting dengan penandatanganan PJBL.

Baca Juga : Pria Diduga Mabuk Masuk Lewat Pintu Kucing, Wanita di Sukaraja Jadi Korban Pemerkosaan

“Progres PSEL Bogor Raya 1 telah memasuki tahapan penting yaitu penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik. Ini menandai kesiapan kita untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia,” ujar Pandu.

PSEL Bogor Raya 1 dirancang untuk mengolah lebih dari 500.000 ton sampah setiap tahun atau sekitar 45 persen dari timbulan sampah yang dapat diolah di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Proyek ini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Danantara memproyeksikan energi hijau yang dihasilkan PSEL Bogor Raya 1 mampu menyuplai kebutuhan listrik lebih dari 100.000 rumah di wilayah Bogor Raya.

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 memiliki nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun.

Baca Juga : BPBD Kota Bogor Minta Maaf soal Video TikTok Sebut Bayu Zulkarnaen Ditemukan, Polisi: Masih Penyelidikan

Selain menangani sampah, proyek tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap lingkungan dan perekonomian lokal.

Danantara menyebut fasilitas ini berpotensi mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga sekitar 80 persen. Proyek tersebut juga diproyeksikan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja.

Dari sisi lingkungan, PSEL Bogor Raya 1 diproyeksikan dapat menekan emisi sampah dari TPA hingga 80 persen.

Baca Juga : iOS 27 Resmi Dirilis, Hadirkan Siri AI hingga Peningkatan Performa iPhone

Selain itu, proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

Pandu mengatakan proyek tersebut dirancang dengan memperhatikan standar lingkungan hidup serta diarahkan untuk memberikan manfaat dalam pengelolaan sampah, penyediaan energi hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menangani persoalan sampah di wilayah Bogor.

Fasilitas tersebut nantinya mengolah sampah menjadi energi listrik sehingga penanganan sampah tidak hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi juga pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Proyek PSEL Bogor Raya 1 di Galuga menjadi proyek PSEL berikutnya yang direalisasikan setelah proyek serupa di Kota Bekasi dan Denpasar Raya.

Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi beban TPA di wilayah Bogor sekaligus menyediakan sumber energi hijau bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *