Rekam24.com, Jakarta – Google resmi mengumumkan langkah besar dalam peta jalan perangkat keras dan lunak mereka. Setelah bertahun-tahun mengandalkan ChromeOS untuk lini laptop ringan, raksasa teknologi ini bersiap mengalihkan fokusnya ke sistem operasi baru bertajuk Googlebook OS. Kehadiran platform ini menandai babak baru integrasi mendalam antara ekosistem Android dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) buatan Google.
Langkah strategis ini diambil bertepatan dengan debut lini laptop Googlebook, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan komputasi masa kini yang kian kompleks.
Berdasarkan pembaharuan resmi di laman dukungannya, Google menjelaskan bahwa Googlebook OS lahir dari penggabungan kekuatan utama ChromeOS—yang terkenal cepat dan aman—dengan fondasi teknis Android yang kaya akan ekosistem aplikasi.
Baca Juga : Sepuluh Bangunan Tak Berizin di Lapas Cibinong Resmi Dibatalkan dan Dibongkar DPR
Sistem operasi anyar ini difokuskan untuk menghadirkan performa yang lebih bertenaga, integrasi antarperangkat yang seamless, serta dukungan penuh untuk aplikasi native. Tak hanya itu, Googlebook OS disuntikkan pemroses kecerdasan buatan Gemini Intelligence secara langsung untuk menunjang produktivitas harian pengguna.
Meski bertransisi ke sistem baru, Google menegaskan bahwa pilar utama yang selama ini menjadi keunggulan Chromebook—seperti sistem keamanan ketat, kemudahan navigasi, kecepatan booting, dan kemudahan pengelolaan multi-pengguna—tetap menjadi prioritas utama.
Bagi pemilik Chromebook saat ini, tidak perlu panik. Google memastikan bahwa perangkat yang ada sekarang tetap bisa digunakan secara normal. Pembaruan sistem dan keamanan akan terus disalurkan hingga masa purna jual (Auto Update Expiration) masing-masing laptop berakhir.
Untuk sektor edukasi dan bisnis (enterprise) yang mengandalkan manajemen perangkat skala besar:
Baca Juga : Mayors Talk 2026 di Bogor: APEKSI Komwil III Racik Strategi Nasional Hadapi Perubahan Iklim & Krisis Sampah
Masa Transisi Bertahap: Tahap awal kehadiran Googlebook akan difokuskan untuk segmen konsumen ritel. Transisi untuk kebutuhan sekolah dan perusahaan baru akan dimulai secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Lisensi Tetap Berlaku: Lisensi aktif ChromeOS Education Upgrade dan ChromeOS Enterprise Upgrade masih berfungsi penuh seperti biasa.
Dukungan Manajemen Baru: Fitur konsol pengelolaan utama untuk Googlebook dijadwalkan mulai meluncur pada semester kedua tahun 2027.
Google juga memberi sinyal bahwa sejumlah model Chromebook keluaran terbaru akan mendapatkan opsi untuk upgrade atau migrasi ke Googlebook OS. Kendati demikian, daftar spesifik model yang didukung serta petunjuk teknis migrasinya masih disimpan rapat dan akan diumumkan secara terpisah.
Baca Juga : Battle Flagship 2nm: Honor Magic 9 Pro Max vs vivo X500 Pro Max, Mana yang Paling Layak Dibeli?
Sektor aplikasi menjadi salah satu fokus perombakan. Di platform Googlebook OS, aplikasi Android akan dioptimalkan secara khusus agar berjalan lebih responsif dan proporsional di layar laptop.
Di sisi lain, aplikasi berbasis web (PWA) tetap menjadi tulang punggung, lengkap dengan pembukaan jalur API bagi pengembang serta fleksibilitas kontrol bagi administrator TI di lingkungan perusahaan.
Lini perdana laptop Googlebook resmi diperkenalkan dengan menggaet raksasa produsen chipset Qualcomm serta jajaran vendor laptop papan atas.
Guna menghadirkan lompatan performa yang signifikan, generasi pertama Googlebook dipersenjatai pemroses Snapdragon X Elite. Chipset berarsitektur fabrikasi 3nm ini dibekali CPU Qualcomm Oryon hingga 18 core dengan kecepatan mencapai 5GHz. Untuk menangani pemrosesan AI lokal secara instan, tertanam pula NPU bertenaga 80 TOPS yang menjadi salah satu yang tercepat di kelasnya.
Beberapa model flagship yang siap meramaikan pasar di gelombang pertama ini antara lain, Asus Googlebook 14, Dell XPS Googlebook, HP Googlebook 14, Lenovo Googlebook 15
Transisi dari ChromeOS menuju Googlebook OS menjadi bukti nyata ambisi Google dalam menyatukan ekosistem seluler dan komputer meja mereka demi menantang dominasi platform komputasi AI masa kini.





![Fenomena api biru (blue fire) terpantau di sekitar Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Jawa Barat, pada Kamis, 24 September 2026 malam. [Instagram @bbksda_jabar] Fenomena api biru (blue fire) terpantau di sekitar Kawah Manuk, Gunung Papandayan, Jawa Barat, pada Kamis, 24 September 2026 malam. [Instagram @bbksda_jabar]](https://rekam24.com/wp-content/uploads/2026/09/api-biru-papandayan-250920265-200x112.webp)
