Rekam24.com, Bogor – Setelah hampir satu setengah tahun ditutup total akibat perbaikan konstruksi, jalur Trase Baru Batutulis akhirnya siap menyapa kembali masyarakat Kota Bogor. Jika tak ada hambatan, akses jalan vital ini dijadwalkan dapat dilintasi warga mulai Sabtu pekan ini.
Kepastian tersebut didapat usai Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, meninjau langsung progres akhir pembangunan lokasi pada Selasa (27/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Dedie memboyong jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kontraktor pelaksana, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan keamanan infrastruktur sebelum resmi dibuka.
Baca Juga : MBG Kembali Memakan Korban! Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Mual-Mual, 20 Masih Kritis di RS
Dedie menegaskan, pembukaan jalur tidak dilakukan secara terburu-buru. Mengingat masa penutupan jalan yang cukup lama, serangkaian uji teknis harus dilalui guna menjamin keselamatan para pengguna jalan.
“Kami bersama Pak Kapolresta, Pak Kajari, Pak Wakil Wali Kota, dan seluruh pemangku kepentingan ingin memastikan keandalan konstruksinya. Penutupan ini sudah berlangsung hampir 1,5 tahun, jadi pengujian menyeluruh sangat mutlak dilakukan,” ungkap Dedie di lokasi peninjauan.
Fokus utama peninjauan kali ini mencakup dua hal krusial: kekuatan struktur bangunan serta kelancaran konektivitas antar-jalur pendukung di sekitarnya.
Baca Juga : Wali Kota Bogor Dedie Rachim Pastikan Persiapan Porprov 2026 Tetap On the Track
Uji coba teknis diproyeksikan rampung menjelang akhir pekan. Meskipun seremonial peresmian belum digelar secara resmi, masyarakat umum sudah diperbolehkan melintasi Trase Baru Batutulis begitu uji coba rampung.
“Uji coba teknis kami targetkan selesai hingga akhir pekan ini. Artinya, hari Sabtu masyarakat sudah bisa mulai menggunakan jalur ini, meski peresmian formal menyusul karena masih menunggu penerbitan Sertifikat Laik Operasional (SLO),” pungkas Dedie.
Dengan dibukanya kembali Trase Baru Batutulis, kemacetan di titik-titik krusial kawasan Batutulis dan sekitarnya diharapkan dapat terurai signifikan, sekaligus memulihkan mobilitas harian warga Bogor.





