Rekam24.com, Bogor – Akses jalan dari kawasan Lawanggitung menuju Trase Batutulis kini menjadi sorotan pengguna jalan. Jalur yang menghubungkan titik vital lalu lintas tersebut dinilai memiliki tingkat kecuraman ekstra yang dapat membahayakan para pengendara, khususnya saat volume kendaraan meningkat atau kondisi cuaca buruk.
Kondisi medan yang menanjak dan menukik tajam ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi keluhan serta kekhawatiran warga, pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh struktur perencanaan jalan sejatinya telah melewati perhitungan teknis.
Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, menjelaskan bahwa aspek elevasi bentuk fisik jalan tersebut sebenarnya sudah mengacu pada kriteria teknis konstruksi yang berlaku.
“Kalau secara desain kita sudah antisipasi untuk apa elevasi ininya. Memang tapi kalau secara kecuraman, kalau secara elevasi desain itu sebenarnya sudah sesuai dengan desain,” ujar Andi Nugroho.
Baca Juga : Dana Bantuan Parpol Diusulkan Naik Jadi Rp10 Ribu per Suara, Berlaku Murni pada 2027
Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sudut kemiringan dari arah Jalan Lawanggitung menuju Trase Batutulis tergolong sangat curam, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi dari para pengemudi kendaraan bermotor.
Seperti diketahui, Trase Batutulis pengganti Jalan Shaleh Danasasmita akan selesai akhir bulan ini dan resmi dibuka untuk publik per 1 November mendatang.
Pengerjaan jalur baru dan kawasan Taman Batutulis kini memasuki tahap akhir. Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat mencatat progres fisik proyek tersebut telah menembus angka 84 persen, atau melesat 5 persen dibanding pekan sebelumnya.






