Rekam24.com, Bogor – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor belakangan ini kembali memicu insiden bangunan ambruk. Sebuah rumah warga di kawasan Gang Pacilong, RT 003/RW 004, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, mengalami kerusakan parah setelah atap ruang tengahnya mendadak runtuh.
Peristiwa tersebut sejatinya terjadi pada Jumat (30/10/2026) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Namun, laporan resmi baru diterima oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor pada Minggu (1/11/2026) pagi setelah warga sekitar mengunggah informasi kejadian melalui media sosial.
Bangunan milik Bapak Asep Djana yang dihuni oleh 1 Kartu Keluarga (KK) dengan total 3 jiwa tersebut diduga runtuh akibat struktur kayu dan material atap yang sudah pelapukan, diperparah oleh hembusan angin serta curah hujan tinggi yang mengguyur lokasi kejadian.
Baca Juga : Krisis Premier League: Manchester United Terpuruk di Bibir Jurang Degradasi
Mendapat informasi dari aduan netizen di media sosial, Tim Reaksi Cepat Pembentukan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor Regu 1 langsung bergerak ke lokasi musibah pada pukul 10.40 WIB untuk melakukan penanganan serta kaji cepat (assessment).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, membenarkan kejadian musibah tersebut dan memastikan personelnya telah selesai melakukan kaji dampak di lapangan.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat melalui media sosial pada Minggu pagi, tim TRC kami langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan verifikasi, dokumentasi, dan pendataan dampak bencana. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya atap rumah di Kebon Pedes ini,” ujar Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, Minggu (1/11/2026).
Baca Juga : Basket Putri Kabupaten Bogor Gulung Kota Tasikmalaya 89-25
Dimas Tiko menambahkan bahwa kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk menjadi faktor utama pemicu keruntuhan saat dihantam cuaca buruk.
“Kondisi material atap memang sudah lapuk. Begitu dipicu cuaca ekstrem, strukturnya tidak lagi mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk di bagian ruang tengah,” jelas Dimas Tiko.
Proses penanganan di lokasi berlangsung cepat dan selesai sekitar pukul 12.15 WIB dengan melibatkan kerja sama antara BPBD Kota Bogor, unsur pengurus RT/RW, serta aparat kelurahan dan kecamatan setempat. Personel penanganan di lapangan di antaranya Mockhamad Nur Kosim dan Rachmat.
Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kota Bogor, kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak saat ini adalah penyaluran Bantuan Sewa Tempat Tinggal (BSTT) sementara guna menjamin keselamatan penghuni dari risiko runtuhan susulan.
Pemerintah Kota Bogor melalui BPBD terus mengimbau warga, khususnya yang bermukim di bangunan tua atau wilayah rawan bencana, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Bogor dan sekitarnya.





