Rekam24.com, Bogor – Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Hotel Horison Bekasi pada 4–20 November mendatang menjadi panggung pembuktian bagi skuad catur Kota Bogor. Mengusung rasa optimisme tinggi, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bogor mematok target membawa pulang dua medali emas.
Ketua Percasi Kota Bogor, Rd Ian Mulyana, menyebutkan bahwa fokus perburuan emas ditujukan pada dua kategori utama, yakni perorangan putra senior dan perorangan putri veteran. Untuk memuluskan misi tersebut, empat pecatur andalan telah dipersiapkan secara matang.
Empat atlet yang bakal berlaga di papan catur nanti mencakup Mega Handayani dan Arini di sektor perorangan putri senior, M. Stevanky di nomor perorangan putra senior, serta pecatur berpengalaman Agustina Rida di nomor perorangan putri veteran.
“Target kami realistis, yaitu dua emas dari nomor perorangan putra senior dan putri veteran. Kami mohon doa dan dukungannya agar para atlet bisa memberikan kemampuan terbaik untuk membawa harum nama Kota Bogor,” kata Ian saat ditemui, Rabu (21/10/2026).
Memaksimalkan masa pemusatan latihan (training camp), para atlet saat ini digembleng di Sekretariat Percasi Kota Bogor yang berlokasi di kawasan Gunung Batu. Uniknya, tim pelatih yang dipimpin oleh Soni E. Sudrajat dan Hadi Suparto menerapkan metode latihan gabungan—yakni tatap muka (luring) dan secara daring (online).
Langkah efisien ini diambil untuk menyiasati keterbatasan anggaran tanpa mereduksi kualitas persiapan atlet. Ian menjelaskan bahwa catur memiliki keunggulan fleksibilitas yang jarang dimiliki cabang olahraga lain, di mana analisis taktik dan simulasi partai bisa dilakukan dengan sangat efektif melalui media digital.
Baca Juga : Puluhan Siswa SMP Leuwimalang Cisarua Bogor Dilarikan ke RSPG, Diduga Keracunan Program MBG
“Kami mengombinasikan latihan online dan offline. Untuk catur, latihan daring ini sangat membantu menekan biaya operasional tanpa mengurangi porsi latihan atlet di rumah. Sementara sesi tatap muka kami intensifkan setiap hari Jumat dan Sabtu,” papar Ian.
Menatap peta persaingan di Bekasi nanti, Percasi Kota Bogor sadar betul bahwa jalan menuju podium tidaklah mudah. Kontingen dari daerah lain dipastikan turun dengan kekuatan penuh, bahkan beberapa di antaranya memboyong pecatur bergelar Grandmaster (GM).
Meski demikian, Ian menegaskan bahwa catur adalah olahraga yang penuh dinamika dan kejutan. Peringkat di atas kertas tak selalu menentukan hasil akhir di atas papan 64 petak.
Baca Juga : Pemkab Bogor Tanam Pohon di 220 Hektare Lahan, Hutan Kota Pakansari Terus Dikembangkan
Ia lantas menyinggung catatan manis M. Stevanky sewaktu bertanding di ajang Pra-PON. Kala itu, Stevanky secara mengejutkan sanggup memuncaki klasemen nomor catur standar meski harus berhadapan dengan lawan-lawan bergelar Master.
“Persaingan jelas ketat, banyak lawan bergelar GM. Tapi keindahan olahraga catur ada di situ; tidak bisa diprediksi secara pasti seperti cabang olahraga fisik. Performa hari ini dan besok bisa sangat menentukan. Rekam jejak Stevanky saat Pra-PON menjadi bukti bahwa kita punya peluang besar untuk bersaing,” tambahnya penuh percaya diri.
Selain menggembleng fisik dan mental lewat latihan taktis, jajaran pengurus juga sudah menyiap pemicu semangat tambahan bagi para pejuang olahraga ini. Ian berencana mengucurkan bonus tunai (uang keprat) secara langsung di arena pertandingan bagi atlet yang berhasil merebut medali.
“Bonus pribadi atau uang keprat akan langsung saya serahkan di tempat begitu atlet berhasil meraih gelar juara. Ini bentuk apresiasi spontan agar mereka semakin termotivasi memberikan yang terbaik di papan catur,” pungkasnya.





