Bupati Bogor Tekankan Peran Ulama dan Santri dalam Pembangunan, Pemkab Akui Bantuan Pesantren Belum Mencukupi

Bupati Bogor Rudy Susmanto, Foto/Rama
Bupati Bogor Rudy Susmanto, Foto/Rama

Rekam24.com, Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan pentingnya peran kiai, ulama, dan santri dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa, termasuk di Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar bersama para kiai, ulama, santriwan-santriwati, pimpinan pondok pesantren, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Agama.

Bacaan Lainnya

Rudy mengatakan, kontribusi para ulama dan santri tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, para kiai, alim ulama, dan santri turut berjuang dengan mengorbankan tenaga, keringat, hingga darah demi kemerdekaan bangsa.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah bangsa kita. Para kiai, alim ulama, dan santri adalah orang-orang yang turut berjuang bukan hanya dengan doa. Mereka juga berjuang meneteskan keringat, meneteskan darah,” ujarnya.

Baca Juga : Sidak Maraton Bapenda Bogor: Dari Baranangsiang Hingga BNR, Aset Penunggak Pajak Dipasang Plang

Menurut Rudy, peran ulama dan santri tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan formal, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai batiniah, dan spiritualitas masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai dan ulama yang selama ini bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendidikan di wilayah yang belum terjangkau secara optimal.

Rudy menilai, sejumlah kelompok dan organisasi Islam turut berkontribusi membangun sarana pendidikan, sehingga masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Baca Juga : Mengapa Sewa Apartemen Harian Kini Jadi Pilihan Favorit Saat Liburan di Kota Bogor

Saat ditanya mengenai bentuk bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pondok pesantren, Rudy mengakui bahwa dukungan yang tersedia masih jauh dari cukup jika dilihat dari sisi nominal.

Meski demikian, ia menilai semangat dan keikhlasan para kiai serta ulama dalam mengabdi kepada masyarakat menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah.

“Kalau bicara nilai angka, jauh dari cukup. Tetapi kita melihat sebuah semangat yang cukup besar, sebuah keikhlasan perjuangan dari para kiai, para ulama kita di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Baca Juga : Misi Berburu Emas,POBSI Kota Bogor Kirim 12 Atlet Pilihan ke Porprov Jabar 2026

Ia menambahkan, para ulama tetap hadir di tengah masyarakat dan terus berkontribusi dalam pembangunan, baik dengan maupun tanpa bantuan pemerintah.

Terkait program yang secara langsung menyasar kebutuhan santri dan pondok pesantren, Rudy menyebut Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya mengoptimalkan perhatian terhadap guru-guru ngaji di wilayahnya.

Namun, ia mengakui upaya tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang ada. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program bersama berbagai pihak.

“Belum cukup, belum bisa memenuhi sesuai kebutuhan. Tetapi upaya pemerintah terus mengevaluasi bersama-sama, terus menyempurnakan bersama-sama,” katanya.

Rudy juga menegaskan bahwa keberlangsungan pemerintahan daerah tidak terlepas dari pendampingan dan dukungan para kiai serta ulama yang selama ini turut membimbing perjalanan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *